Hafshah binti Umar bin Khattab dilahirkan dari rahim ibunda Zainab binti Mazh’un bin Habib. Dia lahir ke dunia ini, lima tahun sebelum diutusnya Nabi Shalallhu’alaihi Wasallam di rumah nan penuh kemuliaan.
Bersama suaminya, Khunais bin Hudzafah as-Sahmi al-Qurasyi, dia memasuki Islam. Untuk kemudian mereka berhijrah ke Habsyi demi menyelamatkan agama yang dipeluknya. Dan ketika dakwah Islam mulai tersebar di Madinah, dia pun ikut serta berhijrah ke sana.
Qadarallah, dalam Perang Badar suaminya tewas. Menjandalah Hafshah di usia yang masih muda, yakni belum sampai usia dua puluh satu tahun.
Lalu, pada bulan Sya’ban tahun ketiga hijriah. Nabi Shalallahu ’alaihi Wasallam menikahi Hafshah. Itu merupakan bentuk permulian bagi dia, untuk bapaknya, dan bentuk kecintaan beliau kepada keduanya.
BACA JUGA: Istri Rasulullah yang Panjang Tangannya
Hafshah ra. adalah seorang ahli ibadah yang khusyuk, senantiasa mengerjakan shalat pada malam hari, juga rajin berpuasa.
Oleh karena itu, Allah memuliakannya dengan karunia-Nya dan menjadikannya salah satu istri Nabi Shalallhu’alaihi Wasallam di surga. Hafshah ra. menyaksikan kemenangan Islam serta berkembangluasnya negeri Islam. Dia meriwayatkan 60 hadits dari Rasulullah.
Hafshah wafat pada bulan Jumadal Ula tahun 41 Hijriah. Adapun riwayat lain menyatakan bahwa dia wafat pada tahun 45 H.
Keutamaan Hafshah binti Umar bin Khattab
1. Putri dari Sosok Agung: Umar bin Khattab
Hafshah adalah anak dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, salah satu sahabat paling utama dan khalifah kedua dalam Khulafaur Rasyidin. Ia tumbuh dalam keluarga yang kokoh dalam keimanan dan semangat jihad.
📖 2. Ummul Mu’minin, Istri Rasulullah ﷺ
Setelah suaminya Khunais bin Hudhafah wafat, Hafshah dinikahi oleh Rasulullah ﷺ atas perintah Allah. Ini merupakan kemuliaan besar, karena hanya wanita-wanita pilihan yang Allah takdirkan menjadi istri Nabi ﷺ.
🕊️ 3. Wanita Shalihah dan Ahli Puasa
Hafshah dikenal sebagai wanita yang rajin berpuasa dan tekun dalam ibadah malam. Rasulullah ﷺ sendiri pernah menyebutkan keistimewaannya: “Sesungguhnya Hafshah itu wanita yang banyak berpuasa dan shalat malam.” (HR. An-Nasa’i, sanad hasan)
📜 4. Penjaga Mushaf Al-Qur’an
Salah satu peran besar Hafshah adalah menjadi penjaga mushaf Al-Qur’an. Setelah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur’an, mushaf tersebut disimpan oleh Hafshah. Di masa Utsman bin Affan, mushaf itu dijadikan rujukan untuk standarisasi Al-Qur’an.
🧠 5. Cerdas dan Cinta Ilmu
Hafshah dikenal sebagai wanita yang cerdas dan kritis. Ia pernah berdialog langsung dengan Rasulullah ﷺ dan bahkan menjadi tempat curhat beliau. Ilmu dan catatan yang dimilikinya menjadi sumber riwayat beberapa hadits.
BACA JUGA: Ibrahim, Putra Rasulullah
🌺 6. Didoakan oleh Malaikat Jibril
Dalam hadits, Jibril pernah memuji Hafshah dan menyampaikan kepada Rasulullah ﷺ bahwa ia adalah istri yang senantiasa berpuasa, shalat malam, dan menjadi istrimu di surga.
“Kembalilah kepada Hafshah, karena dia banyak berpuasa dan shalat malam, dan dia adalah istrimu di surga.” (HR. Al-Hakim dan Thabrani – sanad hasan) []
Referensi: Keistimewaan 26 Muslimah Pilihan/Karya: Ali bin Nayif asy-Syuhud/Penerbit: Ar Rjial/2013
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

