“Sebaik-baik wanita surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dia adalah wanita yang terlahir dari keluarga terpandang. Memiliki cita-cita tinggi dan berbudi luhur. Serta mendulang kesuksesan dalam bisnis perniagaan.
Wanita terhormat ini, dengan tegas menolak banyak lamaran dari tokoh Quraisy.
Ketika kaum Quraisy mengumumkan pemboikotan terhadap muslim secara politik, ekonomi, dan sosial. Tanpa keraguan setitik pun Khadijah bergabung bersama muslimin juga suami tercinta. Sekalipun harus beranjak dari kabilah yang ia cintai.
BACA JUGA: Kebijaksanaan dan Kekuatan Akal Khadijah
Dan bagi Rasulullah, Khadijah lebih dari sekadar istri. Ia adalah teman sekaligus pembela.
Rasa sabar menemaninya selama tiga tahun pemboikotan tersebut. Hingga akhirnya dokumen pemboikotan itu lenyap dimakan rayap.
Enam bulan setelah itu. Allah memintanya kembali. Kembali pada hakikat yang sebenarnya.
Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad ﷺ, dan merupakan salah satu wanita paling mulia dalam sejarah Islam. Berikut adalah beberapa poin penting tentang beliau:
1. Wanita Mulia dan Sukses
Khadijah adalah seorang wanita Quraisy yang sangat terpandang, kaya raya, dan dikenal jujur dalam berdagang. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ, ia sudah menjalankan usaha sendiri dan mempekerjakan orang untuk berdagang atas namanya.
2. Pernikahan dengan Nabi ﷺ
Khadijah tertarik dengan kejujuran dan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang saat itu belum menjadi Nabi. Ia melamar beliau untuk menikah, dan saat menikah, Khadijah berusia sekitar 40 tahun, sedangkan Nabi ﷺ sekitar 25 tahun. Pernikahan mereka sangat harmonis dan tidak pernah poligami selama Khadijah masih hidup.
3. Pendukung Pertama Dakwah Islam
Saat Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama di Gua Hira, Khadijah adalah orang pertama yang menenangkan dan meyakinkan beliau. Ia juga merupakan orang pertama yang beriman kepada risalah Islam, menjadikannya Muslim pertama dalam sejarah.
4. Pengorbanan dan Kesetiaan
Khadijah mengorbankan harta, waktu, dan tenaganya untuk mendukung dakwah Nabi ﷺ. Ia rela hidup dalam kesusahan selama masa pemboikotan kaum Muslimin di Syi’b Abu Thalib.
BACA JUGA: Khadijah, Penyokong Utama Dakwah Nabi
5. Meninggal Dunia
Khadijah wafat sekitar 3 tahun sebelum hijrah ke Madinah, dalam tahun yang dikenal sebagai ‘Aamul Huzn (Tahun Kesedihan) karena dalam tahun itu pula paman Nabi, Abu Thalib, wafat. Wafatnya Khadijah sangat mengguncang hati Nabi ﷺ.
6. Dipuji Langsung oleh Allah dan Malaikat
Suatu ketika, Malaikat Jibril menyampaikan pesan dari Allah untuk Khadijah: “Sampaikan salam dari Rabbmu dan dariku kepada Khadijah, dan kabarkan kepadanya bahwa Allah telah menyiapkan untuknya sebuah rumah di surga dari mutiara, tanpa kebisingan dan keletihan.” (HR. Bukhari dan Muslim) []
Referensi: Teladan Wanita Beriman/ Karya: Aini dan Ika/ Penerbit: Muslimah/ 2006
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

