Kalau ada orang yang bertanya, “Apakah kamu orang yang sombong?” Tentu engkau akan mengatakan secara spontan, “Tidak” Kalau ada orang yang banyak bertanya kepadamu dan kamu selalu menjawab, “Ya,” maka sudah ada pada dirimu sifat sombong.
Ahmad Syuqairi menyebutkan dalam kitabnya yang cukup menarik Khawathir Syab terdapat beberapa pertanyaan. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan sempurna karena tidak ada yang melihatmu selain Allah SWT.
1. Ketika kamu mendapatkan kritikan dari seseorang, apakah kamu marah atau merasa tidak nyaman dengan kritikan itu, atau engkau akan berusaha membela diri dengan segala cara?
2. Apakah kamu memotong pembicaraan orang lain ketika ada orang berbicara yang tidak menyenangkan atau perkataan tertentu?
3. Apakah kamu merasa gerah atau takut ketika berhadapan dengan orang yang lebih tinggi derajatnya dalam sebuah organisasi atau perusahaan?
BACA JUGA: Kesombongan Iblis
4. Apakah kamu merasa takut untuk menyampaikan pendapat di hadapan orang banyak karena orang tidak akan setuju dengan pendapatkamu?
5. Apakah kamu banyak berbicara daripada mendengarkan?
6. Apakah ketika kamu bergaul dengan atasanmu berbeda dengan ketika kamu bergaul dengan anak buahmu? Apakah kamu bergaul dengan orang sesuai dengan tingkat jabatannya bukan karena asas mereka itu sama saja?
7. Apakah kamu memaksakan pendapatmu sendiri ketika ada orang mendebatmu dalam sebuah majelis?
8. Apakah kamu marah ketika orang lain tidak mendukungmu atau tidak sepakat dengan pemikiranmu?
9. Apakah kamu senang dengan pujian orang dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan itu?
10. Apakah kamu membandingkan dirimu dengan orang lain dan merasa senang ketika engkau bersama orang yang di bawah derajatmu?
Jangan merasa heran ketika kamu tidak lulus dalam ulangan ini. Banyak orang yang gagal dalam masalah ini. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang ada di dalam dirinya sebesar biji sawi dari kesombongan.” (HR Muslim)
Adalah pertanyaan penting: bagaimana saya bisa tawadhu?
BACA JUGA: Jika Diri Merasa Paling Banyak Ilmu
Dengan ringkas, di balik pertanyaan tadi kamu akan mendapatkan metode yang jelas bagaiman bersifat tawadhu.
1. Jangan potong pembicaraan orang lain, tetapi dengarkan ia berbicara.
2. Perbanyaklah mendengar daripada berbicara.
3. Jangan bedakan pergaulanmu berdasarkan tingkat sosial orang lain.
4. Bekerjalah karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji orang. Jika kamu tidak tawadhu di hadapan Allah SWT dan kamu tawadhu di hadapan manusia, ketahuilah tawadhu kamu dengan Allah SWT ada yang salah. []
Sumber: Bermalam di Syurga / Penulis: Dr. Hasan Syam Basya / Penerbit: Al-Qalam – Damaskus – Gema Insasi Press / Cetakan Pertama 2009 M/1430 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

