Jangan jadi orang yang tidak bermanfaat puasanya. Hal ini sudah seharusnya menjadi pengingat untuk kita semua. Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
“Seorang yang berpuasa bisa jadi merasakan lapar yang sangat, kehausan, dan keletihan.
“Namun, dia tidak mendapatkan pahala di sisi Allah Azza wa Jalla, karena dia mengumbar lisannya untuk mengucapkan perkataan yang haram, mengumbar pandangannya untuk melihat yang haram, dan mengumbar telinganya untuk mendengarkan yang haram.
“Oleh karena itu, orang yang semacam ini hakikatnya dia tidak berpuasa, tetapi dia hanyalah meninggalkan makanan dan minuman saja, sehingga dia hanya merasakan keletihan tanpa ada manfaatnya.
BACA JUGA: 3 Tingkatan Orang Berpuasa
“Dengan demikian, puasa itu juga mencakup semua perkara-perkara ini, yaitu puasa perut dari makan dan minum serta semua hal-hal yang membatalkan puasa, puasa pendengaran dari semua ucapan yang haram, puasa penglihatan dari semua yang diharamkan oleh Allah untuk dilihat, dan puasa lisan dari ucapan yang kotor dan dosa, sehingga semua anggota badannya ikut berpuasa.”
Tidak jarang, kita melakukan itu semua tanpa sadar. Oleh sebab itu, ini menjadi tantangan untuk diri kita agar bisa menghindari itu semua.
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga sikap, perkataan, dan perbuatan agar tetap baik. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan puasa tidak mendapat pahala:
1. Berkata Kotor dan Berbohong
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dari usahanya meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Ini menunjukkan bahwa jika seseorang tetap berbohong atau berkata kotor, puasanya bisa menjadi sia-sia.
2. Ghibah (Menggunjing) dan Namimah (Adu Domba)
Menggunjing (membicarakan keburukan orang lain) dan adu domba bisa menghilangkan pahala puasa. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang berpuasa tapi tetap melakukan dosa lisan seperti ini, puasanya hanya tinggal lapar dan haus saja.
3. Marah dan Bertengkar
Marah berlebihan dan bertengkar bisa mengurangi pahala puasa. Rasulullah ﷺ mengajarkan jika ada yang mengajak bertengkar saat berpuasa, hendaknya cukup berkata: “Saya sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Melihat dan Mendengar Hal yang Tidak Baik
Pandangan yang tidak terjaga, seperti melihat hal-hal yang haram, dapat mengurangi keberkahan puasa. Begitu juga dengan mendengar musik atau perkataan yang mengandung maksiat.
5. Makan dan Minum dengan Sengaja
Ini tentu saja membatalkan puasa, kecuali jika dilakukan karena lupa.
Namun, jika seseorang pura-pura lupa atau sengaja berbuka tanpa alasan syar’i, maka puasanya batal dan tidak mendapatkan pahala.
6. Tidak Shalat dan Melalaikan Ibadah
Puasa adalah ibadah, dan ibadah tidak sempurna jika meninggalkan kewajiban lain seperti shalat.
Meninggalkan shalat dapat membuat puasa tidak bernilai di sisi Allah.
BACA JUGA: Buka Puasa atau Balas Dendam?
7. Riya’ atau Pamer dalam Beribadah
Jika seseorang berpuasa hanya untuk dipuji orang lain, maka ia tidak akan mendapat pahala dari Allah.
Niat harus ikhlas karena Allah, bukan sekadar ingin terlihat saleh.
8. Melakukan Perbuatan Zalim dan Dzalim kepada Orang Lain
Menzalimi orang lain, seperti mengambil haknya, menyakiti secara fisik atau mental, bisa membuat pahala puasa hilang.
Agar puasa benar-benar mendapat pahala, kita harus menjaga lisan, hati, dan perbuatan, serta meningkatkan ibadah dan amal saleh. []
Referensi: Majalis Syahri Ramadhan al-Mubarak, hlm. 15 | http://telegram.me/ForumSalafy
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

