Ketika berbuka puasa maka sebagian kaum muslimin seolah-olah balas dendam. Makan dan minum sekenyang-kenyangnya sehingga mengakibatkan kekenyangan dan membuat ngantuk, badan menjadi malas untuk beribadah.
Ketahuilah bahwa makan dan minum secara berlebihan merupakan sikap tabdzir (pemborosan) dan temannya Syaithan.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ .
“Dan sesungguhnya orang-orang yang melakukan tabdzīr adalah saudara-saudaranya syaithan.” (QS. Al-Isra’: 27) .
Dan juga firman-Nya. .
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا .
“Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
BACA JUGA: Dusta saat Puasa
Kenapa Harus Buka Puasa Secukupnya?
Buka puasa secukupnya itu penting karena beberapa alasan, baik dari segi kesehatan maupun ruhiyah.
1- Menjaga Kesehatan Pencernaan
Setelah seharian berpuasa, perut dalam kondisi kosong dan butuh waktu untuk beradaptasi. Jika langsung makan dalam jumlah besar, bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung atau sakit perut.
2- Mencegah Lonjakan Gula Darah
Makan terlalu banyak, terutama makanan manis, bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang tiba-tiba. Ini bisa bikin tubuh cepat lelah, mengantuk, dan kurang fokus saat ibadah setelahnya.
3- Agar Bisa Beribadah dengan Nyaman
Kalau buka puasa berlebihan, perut terasa penuh dan tubuh jadi berat, yang akhirnya bikin malas atau ngantuk saat salat Maghrib, Isya, dan Tarawih.
4- Meneladani Sunnah Rasul
Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan untuk berbuka dengan kurma dan air, lalu makan secukupnya. Beliau bersabda: “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya.” (HR. Tirmidzi)
BACA JUGA: Urutan Tata Cara Berbuka Puasa yang Diajarkan Rasulullah
5- Menghargai Esensi Puasa
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga melatih pengendalian diri. Kalau setelah seharian menahan diri malah balas dendam dengan makan berlebihan, itu bisa mengurangi manfaat puasa.
Jadi, berbukalah secukupnya—cukup untuk mengembalikan energi tanpa berlebihan. Makanlah secara bertahap, mulai dengan yang ringan, lalu lanjutkan dengan makanan utama setelah salat Maghrib. []
SUMBER: DAKWAH TAUHID
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

