Canda, tawa, dan hiburan diperbolehkan dalam syari’ at, akan tetap ia hanya untuk membuat hati lebih rileks, dan harus memperhatikan hal berikut.
BACA JUGA: Adab Bercanda
1. Jangan melewati batas dan jauhilah menyakiti dan menghina
2. Jauhilah kata-kata kotor dan kata-kata yang buruk.
3. Jangan jadikan bercanda sebagai tujuan.
Kadang-kadang bagi sebagian orang bercanda mempermudah untuk berbohong. Ia menyangka boleh berbohong dalam bercanda. Rasulullah ﷺ mengingatkan,
BACA JUGA: Canda Rasulullah ﷺ kepada Ummu Aiman: Unta Itu Anak Unta
“Celakalah orang yang mengatakan sesuatu supaya ditertawakan oleh orang-orang kemudian ia berbohong, celakalah baginya. (HR Tirmidzi). []
Referensi: Bermalam di Surga/Karya: Dr. Hasan Basya/Penerbit:Gema Insani/Tahun: 2015
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

