Home TsaqofahBahagia, Rahasia di Balik Iman

Bahagia, Rahasia di Balik Iman

by Abu Umar
0 comments 52 views

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukan keimanan mereka dengan kezaliman (kesyirikan), maka mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk,” (Q.S. Al-An’am : 82).

Kita terkadang tak habis pikir, sebagian anak sudah seringkali dinasehati untuk rajin shalat ketika telah masuk waktunya, atau diingatkan terus-menerus agar berkata yang baik pada orang lain. Tetapi realita anak tersebut tetap membandel dan seolah tak memperdulikan nasehat itu. Mengapa?

Diantara sebab yang terbesar adalah karena kita belum membiasakan agar iman itu benar-benar masuk dalam hati mereka dan menjadi bagian dari hidupnya sehari-hari.

BACA JUGA: 4 Hal tentang Iman

Sesungguhnya dalam Islam, kita diperintahkan untuk menanamkan aspek tauhid kepada anak sejak dini.

Perhatikanlah, bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan aqidah yang benar kepada seorang anak kecil; Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata :

“Bila kamu hendak meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu hendak memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah,” (HR. At-Titmidzi dan dia berkata Hadits ini hasan shahih).

Idealnya hanya orang mukmin dan mukminah saja yang mampu merasakan limpahan kebahagiaan sejati. Tauhid akan melahirkan ketenangan, keamanan, dan harapan yang kuat terhadap pertolongan-Nya.

BACA JUGA: Firaun dan Keimanan Asiyah

Sebaliknya orang merasa seringkali hidupnya terasa sempit dan merasa menderita, ini parameter bahwa keimanannya belum mantap. Karena tauhid itu melahirkan kekuatan jiwa pada pemiliknya untuk selalu berharap, bertawakal kepada Allah dan ridha terhadap segala ketentuan-Nya.

Tauhid merupakan perkara yang utama dan pertama. Semoga dengan terus belajar tauhid kita semakin mantap dan mampu menjalani hidup 24 jam dalam ketaatan kepada-Nya. Tanpa tauhid yang benar kita akan tersesat. []

Sumber: Al-Firqotun Najiyah ( terjemah ), Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119