Home SirahBelajar dari Abu Bakar

Belajar dari Abu Bakar

by Abu Umar
0 comments 86 views

Semasa hidupnya Umar radhiallahu ‘anhu selalu berharap agar dapat menyaingi Abu Bakar. Hingga suatu hari menjelang perang Tabuk Rasulullah menyampaikan khutbah dan memotivasi sahabat-sahabatnya untuk berinfaq.

Mendengar hal itu Umar berkata dalam hatinya, “Hari ini aku pasti dapat mengalahkan Abu Bakar. Umar mempunyai, Diapun membagi hartanya yang terdiri dari emas dan perak menjadi dua bagian, separoh untuk keluarganya dan separoh lagi untuk Allah. Melihat hal tersebut Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bertanya, “Apa yang kau sisakan untuk keluargamu?”

“Aku tinggalkan sebanyak ini juga,” jawab Umar.

Umar duduk sejenak menunggu kedatangan Abu Bakar.

BACA JUGA:  Ketika Ibu Abu Bakar Masuk Islam

Tiba-tiba datanglah Abu bakar dengan harta yang sangat melimpah lalu meletakkannya di hadapan Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-.

Melihat hal itu Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bertanya: “Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu..?”

Abu Bakar menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya”.

Umar lalu menatap Abu Bakar dan berkata: “Demi Allah.. Aku tidak akan bersaing dengan Abu Bakar lagi setelah hari ini.” ( HR. Tirmidzi )

Ibroh:

Di dalam Al-Qur’an Allah ‘azza wa jalla berfirman yang artinya:

“Dan bergegaslah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.”(QS: Ali’ Imran : 133).

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan:

“Ketika suatu kaum mendengar seruan, ”Maka berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan”, juga seruan, ”Dan bergegaslah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa”, mereka memahami bahwa maksud dari ayat ini adalah, “hendaknya mereka bersungguh-sungguh agar setiap dari mereka menjadi pemenang menuju kemuliaan itu. Maka dahulu, perlombaan mereka pada tingkatan-tingkatan akhirat. Kemudian datanglah sesudah mereka kaum yang berlomba-lomba dalam hal-hal duniawi dengan segala bagiannya yang begitu cepat sirna”. (Lathaaiful maarif).

Dalam surat al Muthaffifiin, tatkala Allah menggambarkan kenikmatan penghuni surga, diakhir ayat ke 26 Dia menegaskan kepada kita agar melakukan perlombaan itu, sebagaimana tertulis:

”Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

”Begegaslah kalian dalam melakukan amal shaleh, sebelum terjadi berbagai fitnah (yang datang) bagaikan potongan-potongan malam gulita” (HR. Muslim, Ahmad, dan At Tirmidzi).

BACA JUGA: Abu Bakar Ash-Shiddiq Saat Hijrah

Ayat-ayat dan hadits di atas setidaknya menegaskan kepada kita, bahwa beradu cepat dalam kebaikan, adalah nafas dan naluri kehidupan seorang mukmin.

Kisah di atas juga mengajari kita tentang arti kongkrit kekokohan iman. Seringkali kita menganggap bahwa kitalah yang mengatur hidup ini.

Kita sering lupa bahwa Allah sajalah satu-satunya Pengatur alam semesta dan seisinya.
Kehendak-Nya yang berlaku.
Dan Abu Bakar mengajari kita tentang itu.

Lalu timbul pertanyaan, “Bolehkan kita menginfakkan seluruh harta yang kita miliki di jalan Allah tanpa menyisahkannya sedikitpun untuk keluarga..?

Jawabannya: “Boleh, jika iman kita sama seperti imam Abu Bakar”

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119