Dari Jabir radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?’
Dia menjawab, ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda, ‘Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’.” (HR. Muslim no. 4575)
BACA JUGA: Keutamaan Memuji Allah Ketika Sakit
Oleh karena itu, dengan melihat dari hadis tersebut, kita sebaiknya tidak mencela penyakit demam yang kita atau orang lain rasakan, karena sesungguhnya demam dapat menjadi perantara untuk menghilangkan dosa-dosa manusia.
Menurut Imam Ahmad dengan sanad yang shahih dari Ibunu Umar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda, “Demam yang menimpa dalam sehari dapat menghapuskan dosa selama setahun.”
Saking bisanya penyakit demam ini menghapus dosa, bahkan ada beberapa sahabat yang mencintai penyakit demam bersemayam dalam dirinya, karena semata-mata ingin mendapatkan khasiat sakit demam dalam menghapuskan dosa-dosa manusia.
BACA JUGA: Pahala Menjenguk Orang Sakit
Hal ini sebagaimana diucapkan Abi Dunya, “Mereka (para salaf) senantiasa berharap agar menderita sakit demam dalam suatu malam sebagai penghapus dosa-dosa yang telah berlalu.” []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

