Setiap manusia mesti mengharapkan kemuliaan. Adapun sebab seseorang mendapatkan kemuliaan adalah dengan cara bergantung pada Zat Pemilik kemuliaan, serta berlepas diri dari ketergantungan kepada selain-Nya. Yang mana hal tersebut tidak dapat memberikan apapun, kecuali kesia-siaan.
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا
“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka hanya bagi Allahlah kemuliaan itu semuanya.” (QS. Fathir : 10)
BACA JUGA: Orang Munafik dan Mukmin yang Membaca Quran
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
استغنوا عن الناس ولو بشوص السواك
“Merasa cukuplah kamu dari manusia (jangan memperlihatkan seakan-akan kita butuh kepada manusia) walaupun hanya dengan gosokan siwak (minta diambilkan siwak).” (HR. At-thabrani dalam Kitab Al-Kabir 11/444 halaman 12257)
BACA JUGA: 2 Malaikat dalam Diri Manusia
Demikianlah, Allah Ta’ala mengajarkan kita melalui Utusan-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam tentang cara menjalani kehidupan di dunia ini.
Ajaran yang disampaikan melalui Malaikat Mulia Jibril ‘alaihis salam yang disampaikan langsung kepada Nabi, untuk kita ummatnya, yaitu meyakini bahwa kematian adalah keniscayaan, melaksanakan amal shaleh sebaik-baiknya, senantiasa menjadikan shalat malam sebagai rutinitas, dan menjadi mulia dengan tidak menggantungkan diri pada manusia. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

