Abdullah bin Ubay adalah salah seorang tokoh Quraisy yang cukup terkenal.
Pada awalnya, ia direncanakan untuk diangkat sebagai tokoh dan penguasa Madinah. Namun, saat itu Rasulullah pun datang ke Madinah sehingga orang-orang lebih memilih beliau untuk menjadi pemimpin kota Madinah.
Abdullah bin Ubay pun merasa kalau Rasulullah merebut kekuasaannya. Ia pun diam-diam merasa benci dan iri kepada Rasulullah.
BACA JUGA: Orang yang akan Dikumpulkan dengan Fir’aun dan Qorun
Saat bersama Rasul, ia bersikap ramah, mengaku sering beribadah dan beriman kepada Allah. Namun setelah berpisah dengan Rasul, ia malah menjadi tukang adu domba antara umat muslim dan menjadi seorang provokator.
Saat Abdullah bin Ubay meninggal, Rasulullah tetap datang dan menyalatinya. Setelah itu, Allah langsung menurunkan surat At-taubah ayat 84 yang artinya:
“Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. (QS. At-Taubah:84).
Latar Belakang
Ia berasal dari suku Khazraj, salah satu suku besar di Madinah.
Sebelum kedatangan Rasulullah ﷺ, ia hampir saja diangkat menjadi raja oleh penduduk Madinah karena pengaruh dan kedudukannya.
Namun, setelah Islam mulai tersebar dan Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, pengaruhnya menurun drastis. Hal ini menimbulkan kecemburuan dan kedengkian di hatinya terhadap Nabi ﷺ.
Sifat dan Peranannya
Di hadapan kaum Muslimin, ia menyatakan diri masuk Islam, tapi hatinya menyimpan kebencian dan selalu mencari celah untuk melemahkan umat Islam dari dalam.
Ia sering menyebarkan fitnah, menggoyahkan barisan umat, dan mendukung musuh Islam secara tersembunyi.
Beberapa Peristiwa Penting yang Melibatkan Abdullah bin Ubay:
Perang Uhud: Ia menarik mundur sepertiga pasukan Muslimin sebelum pertempuran dimulai, menyebabkan kerugian besar.
Fitnah terhadap Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam peristiwa Haditsul Ifk (fitnah zina) – Ia adalah salah satu penyebar utama fitnah tersebut.
BACA JUGA: Akhlak Nabi ﷺ terhadap Munafik
Ucapan “Kami yang mulia akan mengusir yang hina dari Madinah” – merujuk pada Nabi ﷺ dan kaum Muhajirin – yang Allah abadikan dalam Surah Al-Munafiqun.
Wafatnya
Ia wafat dalam keadaan munafik.
Namun, karena kedudukan sosialnya dan demi menjaga persatuan umat, Rasulullah ﷺ sempat menshalatkan jenazahnya – meskipun kemudian Allah menurunkan wahyu melarang mendoakan kaum munafik (lihat Surah At-Taubah: 84). []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

