Khadijah, Penyokong Utama Dakwah Nabi
Oleh karena sifat-sifat yang dimiliki Khadijah jarang terdapat pada diri kaum wanita, beliau termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang menghuni surga-Nya…
Oleh karena sifat-sifat yang dimiliki Khadijah jarang terdapat pada diri kaum wanita, beliau termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang menghuni surga-Nya…
Sebelum wafat, Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq meninggalkan amanat agar jabatan kepemimpinan kaum muslimin digantikan oleh Umar bin Khaththab.
Saking takutnya kepada Allah, ketika shalat, ia berdiri bagaikan tiang yang tegap tak tergoyahkan karena khusyuk.
Sebelumnya Rasulullah telah memerintahkan kepada Abu Bakar agar menyembunyikan identitas beliau.
Umar bin Khattab telah mendapat tanda-tanda kebahagiaan dalam beberapa hadis yang tak terhitung.
Khadijah sangat bahagia dan senang karena ia yakin suaminya suatu hari nanti akan memiliki kedudukan besar. Oleh karenanya, ia mendambakan diberi anak…
Abdurrahman juga mengirimkan bantuannya untuk keluarga Rasulullah sebagai wujud kesetiaannya kepada Beliau.
Sungguh, dengan kitab ini Allah mengangkat derajat suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan kaum yang lain.
Nabi Menjawab, “Jika kamu bersabar maka kamu akan mendapatkan surga, tetapi jika kamu mau aku kan berdo’a kepada Allah agar dia menyembuhkan…
Tentu saja, isi perjanjian tersebut lebih banyak memberi keuntungan bagi pihak Quraisy. Namun, Nabi tetap menandatangani traktat perjanjian itu. Umar tidak puas…
Akan tetapi Rasulullah menolak usul tersebut dan membiarkan Abdullah terus melakukan perbuatannya hingga pengikutnya sendiri mengingkarinya dan anaknya ingin membunuhnya.
Karena semua alasan inilah, keinginan Khadijah selaras dengan keinginan Muhammad untuk hidup berdampingan.