Tangisan Rasulullah
Abdullah menjawab, “Apakah aku yang harus membacanya, sedangkan al-Qur’an itu diturunkan kepadamu?”
Abdullah menjawab, “Apakah aku yang harus membacanya, sedangkan al-Qur’an itu diturunkan kepadamu?”
Bukhari dalam riwayatnya, “Mereka sangat bahagia karena kelahiran bayi ini. Sebab, ada yang mengatakan pada mereka bahwa Yahudi menyihir mereka agar tidak…
Meskipun beban risalah begitu berat, seperti menjamu duta-duta yang datang berkunjung, memberikan ta'lim kepada para sahabat, serta menunaikan hak keluarga, namun beliau…
Kali ini Nabi menjawab. "Ya, orang itu akan masuk surga, meski Abu Dzar tidak mau dan tidak menyukainya."
Uzlah yang sudah diatur oleh Allah SWT ini terjadi tiga tahun sebelum dirinya diangkat menjadi rasul.
Ketika musuh-musuh Allah mendengar tentang 'Umar, lutut mereka akan dan hati mereka gemetar.
Kasih sayang Nabi kepada kita sebagai umatnya sungguh tak bisa dibayangkan. Kita bisa melihatnya dalam tiga kejadian berikut ini.
Seseorang pernah bertanya padanya. "Engkau tidak menangis saat memikirkan Jannah dan Jahannam tapi menangis saat memikirkan makam?"
Setelah beliau dilahirkan, ibundanya mengirim utusan ke kakeknya, Abdul Muthalib untuk memberitahukan kepadanya berita gembira kelahiran cucunya tersebut.
“Inna Iillahi wa inna ilaihi raji’un,” seru Sa'id bin Amir selepas melihat uang begitu banyak itu.
Abu Hurairah berkata, ”Wahai Rasulullah, ajarkanlah ucapan itu kepadaku!”