Tanda Malam Mulia yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Orang-orang beriman dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Orang-orang beriman dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa menghidupkan malam Lailatul Qadar tidak harus dengan satu jenis ibadah saja.
Sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin meraih ridha Allah dan pahala yang berlipat ganda.
Syariat ini tidak hanya menjadi pengganti ibadah yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan membantu sesama.
Para ulama juga menjelaskan bahwa lafaz Al-‘Afuww berarti Allah menghapus dosa hingga seakan-akan tidak pernah terjadi.
Cara ini pernah dilakukan oleh sahabat Nabi, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau telah lanjut usia dan tidak mampu lagi berpuasa.
Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad ﷺ, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dalam agama.
Pada hakikatnya, malam tersebut tetap satu malam yang sama, hanya saja perhitungannya berbeda sesuai dengan awal Ramadhan di masing-masing negeri.
Bisa jadi pada rentang waktu itulah Lailatul Qadar terjadi, sehingga seluruh ibadah yang dilakukan pada malam itu bernilai pahala yang sangat besar…
Semakin lama seseorang berdiam di masjid dengan niat i’tikaf, tentu semakin besar pula pahala yang ia peroleh.
Semoga kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan Ramadhan dengan memperbanyak dzikir dan ibadah.