Imam Malik, Orang yang Paling Alim
Si budak melihatnya lalu ia hanya melihat Malik. la kembali dan berkata, "Aku tidak menemukan siapapun selain si pemilik kulit kemerah-merahan itu."
Si budak melihatnya lalu ia hanya melihat Malik. la kembali dan berkata, "Aku tidak menemukan siapapun selain si pemilik kulit kemerah-merahan itu."
Malik bin Anas pergi menuju taman dan naungan pepohonan agar hati dan akalnya tertuang sepenuhnya untuk menghafal hadits dan tindak-tanduk Nabi.
Al-Imam Az-Zuhri rahimahullah berkata, "Ilmu tidak akan diraih dengan badan yang santai."
Dunia hanyalah tempat menanam, sedangkan akhirat adalah tempat memanen hasilnya.
Nikmat bukan selalu tanda cinta Allah, sebagaimana musibah bukan selalu tanda kebencian Allah.
Jangan biarkan syaitan menakut-nakutimu dengan kemiskinan hingga enggan berbagi kepada sesama.
Orang yang beruntung adalah yang mempersiapkan dirinya sebelum datang penyesalan di hari kiamat.
Hendaknya seorang muslim memperbaiki niatnya dalam setiap amal. Jangan menjadikan manusia sebagai tujuan.
Jangan malas beramal saleh. Jika tangan masih mampu bersedekah, lakukanlah. Jika lisan masih mampu berdzikir, perbanyaklah.
Selama ia bersabar, berbaik sangka kepada Allah, dan tetap berharap pahala dari-Nya, maka semua itu akan berubah menjadi kebaikan.
Ketika hidup terasa sempit, ingatlah bahwa Allah adalah Pengatur segala urusan.
Jangan kau sandarkan hatimu pada kemewahan dan barang-barang berharga, sebab pada akhirnya semua akan rusak, hilang dan kita tinggalkan.