Zaman itu sudah sampai.
Dari Abu Harb bin Abu Aswad Ad-Duali, dari Thalhah bin Amr, dia berkata: “Apabila seseorang datang ke tempat Nabi ﷺ dan dia punya kerabat di Madinah, maka dia tinggal di rumah kerabatnya. Dan apabila dia tidak punya kerabat, maka dia tinggal bersama Ahlush Shuffah.”
BACA JUGA: Pesan Nabi di Zaman Fitnah
Thalhah bin Amr melanjutkan: “Aku termasuk orang yang tinggal bersama Ahlush-Shuffah. Setiap hari kami dibagi Rasulullah makanan kurma sebanyak satu mudd untuk dua orang. Pada suatu hari, sesudah beliau salam dari shalat, seseorang di antara kami berkata, ‘Ya Rasulullah, perut kami telah terbakar oleh kurma kering dan jubah kami juga telah terbakar
Maka Nabi ﷺ beranjak ke mimbar beliau, lalu beliau bersabda:
“Aku dan sahabatku pemah tidak makan selama puluhan hari selain barir (yaitu buah pohon Arak). Lalu kami datang ke rumah saudara-saudara kami dari golongan Ashar, dan kebanyakan makanan mereka adalah kurma kering. Mereka pun menjamu kami dengan kurma kering.
BACA JUGA: Kebiasaan Ulama Zaman Dulu Menghadiri Majelis Ilmu dan Mengunjungi Orang-orang Shaleh
“Demi Allah, seandainya aku punya roti dan daging untuk kalian, maka aku pasti memberi makan kalian. Akan tetapi, barangkali kalian akan mendapati suatu zaman (atau seseorang di antara kalian) dimana kalian memakai pakaian seperti kelambu Ka’bah, dan kalian makan senampan makanan yang berbeda-beda di pagi dan sore hari.” []
Sumber: Hilyatul Auliya (terjemah)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

