Ada masa ketika hati terasa begitu sempit.
Masalah datang bertubi-tubi. Jalan keluar belum terlihat. Kesedihan memenuhi pikiran, sementara kita tidak tahu kepada siapa harus mengadu.
Dalam keadaan seperti itu, jangan pernah merasa bahwa kita sendirian.
Allah selalu dekat. Dan salah satu doa yang diajarkan kepada kita ketika menghadapi kesulitan adalah doa Nabi Yunus ‘alaihissalam.
Allah Ta’ala mengabadikan doa beliau ketika berada dalam kegelapan di dalam perut ikan:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhaalimiin.
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87).
BACA JUGA: Doa ketika Keluar Rumah
Nabi Yunus ‘alaihissalam berada dalam keadaan yang sangat berat. Beliau berada di dalam perut ikan, dalam kegelapan malam, lautan, dan perut ikan. Secara manusiawi, keadaan tersebut tampak seperti jalan buntu.
Namun, beliau tidak berputus asa dari rahmat Allah.
Beliau mengakui keesaan Allah:
“Laa ilaaha illaa anta.”
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.
Kemudian beliau menyucikan Allah dari segala kekurangan:
“Subhaanaka.”
Mahasuci Engkau.
Lalu beliau mengakui kesalahan dirinya:
“Innii kuntu minazh-zhaalimiin.”
Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.
Doa ini mengajarkan kepada kita adab yang sangat indah ketika menghadapi kesulitan. Kita tidak hanya meminta agar masalah segera diselesaikan, tetapi terlebih dahulu kembali kepada Allah dengan tauhid, mengagungkan-Nya, serta mengakui kelemahan dan kesalahan diri.
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan doa ini. Beliau bersabda, “Doa Dzun Nun ketika berada di dalam perut ikan adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin.’ Sesungguhnya tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara, melainkan Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Tirmidzi no. 3505 dan Al-Hakim; dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi).
Karena itu, ketika kesedihan datang, jangan hanya mencari pelarian.
Ketika kesulitan menghimpit, jangan hanya sibuk memikirkan masalah.
Kembalilah kepada Allah.
Ucapkan doa Nabi Yunus dengan hati yang benar-benar berharap kepada-Nya.
Boleh jadi masalah yang kita hadapi belum langsung hilang. Tetapi doa dapat menjadi jalan bagi pertolongan Allah, sekaligus menguatkan hati kita untuk menghadapi ujian.
Bukankah Allah telah berfirman tentang Nabi Yunus ‘alaihissalam, “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya: 88).
Ayat ini memberikan harapan yang besar.
“Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”
Maka ketika hidup terasa berat, jangan merasa bahwa tidak ada jalan keluar.
BACA JUGA: 5 Keutamaan Doa Kafaratul Majelis
Allah yang menyelamatkan Nabi Yunus ‘alaihissalam dari kegelapan juga mampu memberikan jalan keluar bagi kita dari kesulitan yang sedang kita hadapi.
Saudaraku, mungkin saat ini kita sedang menghadapi masalah yang tidak diketahui orang lain.
Mungkin ada kesedihan yang hanya kita dan Allah yang mengetahuinya.
Maka, ambillah waktu untuk menyendiri sejenak. Angkat tangan kepada Allah. Tundukkan hati. Kemudian ucapkan dengan penuh keyakinan:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Semoga Allah mengangkat kesedihan kita, memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan pertolongan-Nya pada saat kita paling membutuhkannya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

