Home KajianMengapa Menghafal Hadis dalam Bahasa Arab Lebih Utama?

Mengapa Menghafal Hadis dalam Bahasa Arab Lebih Utama?

Yang tidak ia peroleh hanyalah keutamaan lafaz Arabnya. Adapun jika ia memahami maknanya, maka ia telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Hadis-hadis yang telah diterjemahkan pada hakikatnya merupakan terjemahan makna, bukan terjemahan lafaz secara persis. Padahal terdapat sejumlah hadis yang lafaznya disyariatkan untuk diucapkan sebagaimana datang dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, orang yang menghafalnya hendaknya berusaha memperhatikan lafaz Arabnya semampu mungkin, terutama pada hadis-hadis yang berisi zikir dan doa.

Hal ini ditunjukkan oleh hadis Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu. Nabi ﷺ bersabda:

“Apabila engkau hendak tidur, berwudulah seperti wudu untuk salat, kemudian berbaringlah di atas lambung kananmu dan ucapkan:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

(‘Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada keselamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada nabi-Mu yang Engkau utus.’)

BACA JUGA: Imam Al-Bukhari

Kemudian jika engkau meninggal pada malam itu, engkau meninggal di atas fitrah. Jadikanlah doa ini sebagai ucapan terakhirmu sebelum tidur.”

Al-Bara’ berkata: Aku mengulangi doa itu di hadapan Nabi ﷺ. Ketika sampai pada kalimat:

“Allahumma aamantu bi kitabika alladzi anzalta…”

aku mengucapkan:

“Wa rasulika (dan kepada rasul-Mu).”

Maka beliau bersabda:

“Tidak. Tetapi ucapkan: ‘Wa nabiyyika alladzi arsalta (dan kepada nabi-Mu yang Engkau utus).'”

(HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

“Penjelasan yang paling tepat mengenai alasan Nabi ﷺ mengoreksi orang yang mengucapkan kata ‘rasul’ sebagai pengganti ‘nabi’ adalah bahwa lafaz-lafaz zikir bersifat tauqifiyyah, yaitu harus berdasarkan wahyu dan tidak boleh diubah menurut pendapat pribadi. Lafaz tersebut harus dibaca sebagaimana diajarkan oleh Nabi ﷺ, karena setiap lafaz memiliki pengaruh dan keutamaan khusus. Oleh sebab itu, lafaz-lafaz itu harus dijaga sebagaimana diriwayatkan dari beliau ﷺ.”

(Selesai kutipan dari Fathul Bari, 11/112).

Adapun hadis-hadis lainnya, sering kali para ulama berbeda pendapat dalam memahami maknanya. Karena itu, terjemahan biasanya mengikuti pemahaman yang dipilih oleh penerjemah. Bisa jadi terjemahan tersebut berdasarkan pendapat yang kurang kuat, atau berdasarkan pemahaman pribadi yang kurang tepat, atau bahkan kurang tepat dalam pengungkapannya pada bahasa tujuan.

Di samping itu, sebagian lafaz hadis dalam bahasa Arab mengandung beberapa makna sekaligus. Ketika diterjemahkan, sering kali sebagian makna tersebut tidak dapat tergambarkan secara sempurna. Akibatnya, pembaca hanya memahami satu sisi makna saja. Jika penerjemah berusaha memasukkan seluruh kemungkinan makna yang terkandung dalam hadis, maka terjemahan itu akan menjadi sangat panjang dan sulit untuk dihafalkan.

BACA JUGA: Abu Hurairah, Sahabat Nabi yang Miskin namun Banyak Menghafal Hadist

Namun demikian, bagi orang yang belum mampu belajar bahasa Arab atau belum mampu menghafal hadis dalam bahasa Arab, lalu ia menghafalnya dalam bahasanya sendiri, maka hal itu tetap merupakan kebaikan baginya. Yang tidak ia peroleh hanyalah keutamaan lafaz Arabnya. Adapun jika ia memahami maknanya, maka ia telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Hal ini berlaku pula pada zikir, doa, ruqyah, dan amalan serupa. Tidak mengapa seseorang berdoa dengan bahasa yang ia pahami dan berzikir kepada Allah dengan bahasa yang mampu ia ucapkan. Yang terpenting adalah memahami makna, menghadirkan hati, dan mengamalkan kandungan ajaran yang terdapat di dalamnya. []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119