Home Yaumul HisabSebab-sebab Adzab Kubur

Sebab-sebab Adzab Kubur

Kalian telah diberi usia panjang hingga kematian hampir menjelang, kalian akan meninggalkan dunia dan segera beralih menuju akhirat.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Dalam kitab Ar-Ruh pada masalah kesembilan, Imam Ibnu Qayyim menjelaskan tentang pertanyaan apa saja sebab-sebab yang menyebabkan penghuni kubur mendapat siksa?

Ada dua jawaban; jawaban secara garis besar dan jawaban secara terperinci.

Jawaban secara garis besarnya, mereka disiksa karena ketidaktahuan mereka tentang Allah, mengabaikan perintah-Nya, menerjang larangan-larangan-Nya. Allah tidak menyiksa ruh yang mengenal dan mencintai-Nya, menunaikan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Siksa kubur dan siksa akhirat merupakan efek dari murka dan kemarahan Allah terhadap hamba. Siapapun yang membuat Allah marah dan murka di dunia dan ini lalu tidak bertaubat sehingga mati dalam kondisi seperti itu, ia akan mendapat siksa di alam barzakh sesuai dengan batas murka dan kemarahan Allah kepada yang bersangkutan.

Ada yang mendapat banyak siksa dan ada pula yang mendapat sedikit, ada yang percaya dan ada juga yang mendustakan.

BACA JUGA:  Apakah Kematian Itu untuk Ruh, Badan ataukah untuk Keduanya?

Jawaban secara terperinci pertanyaan di atas sebagai berikut;

Imam Ibnu Qayyim menjelaskan, siksa kubur disebabkan oleh kemaksiatan hati, mata, telinga, mulut, lisan, perut, kemaluan, tangan, kaki dan badan secara keseluruhan. Antara lain:
manusia yang menebar adu domba, fitnah, dusta, menggunjing, bersaksi palsu,
menuduh wanita bersuami melakukan perzinaan dan difitnah,
menyeru melakukan bid’ah,
mengatakan tentang Allah dan Rasul-Nya tanpa landasan ilmu,
serampangan dalam berbicara, memakan riba, memakan harta anak yatim,
memakan uang haram seperti suap, uang tidak benar dan lainnya.

Memakan harta muslim lain secara tidak benar atau harta milik non muslim yang berjanji damai dengan kaum muslimin,
meminum minuman memabukkan, berzina, melakukan homoseksual,
mencuri, berkhianat, menipu, pengambil uang riba,
pemberi uang riba, pencatat dan kedua saksi transaksi riba,
muhallil (orang yang menikahi seorang wanita yang sudah ditalak tiga oleh suaminya dengan tujuan setelah ditalak nantinya ia bisa kembali lagi ke mantan suaminya),
muhallil lahu (mantan suami), melakukan tipuan untuk menggugurkan kewajiban-kewajiban Allah, melanggar larangan-larangan Allah,
menyakiti orang muslim, mencari-cari kesalahan muslim,
memutuskan perkara tidak berdasar hukum yang diturunkan Allah,
menyampaikan fatwa tidak seperti yang disyariatkan Allah,
menolong orang lain berbuat dosa dan permusuhan,
bunuh diri yang diharamkan Allah,
mengingkari kesucian Allah, mengabaikan hakikat-hakikat nama dan sifat-sifat Allah,
mengingkari nama dan sifat-sifat Allah, lebih mengedepankan pandangan, cita rasa dan langkah politis daripada sunnah Rasulullah,
wanita yang meratapi mayit, orang yang mendengar ratapan wanita,
peratap neraka jahanam (maksudnya orang-orang yang melantunkan nyanyian yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya), orang-orang yang mendirikan masjid di atas kubur,
menyalakan obor dan lampu di atasnya, orang-orang curang, meminta agar haknya dipenuhi saat mengambil namun mengurangi hak orang, orang-orang zhalim,
sombong, riya’, mengejek orang lain baik dengan tatapan mata ataupun tindakan,
mereka yang mencela salafush shalih,
orang-orang yang mendatangi dukun dan peramal lalu bertanya dan membenarkan ucapan dukun atau peramal,
kaki tangan orang-orang zhalim yang rela menjual akhirat dengan kepentingan dunia,
orang yang bila diingatkan agar takut kepada Allah tidak merasa takut dan menahan diri untuk berbuat dosa, namun ketika diingatkan agar takut pada seseorang sepertinya ia merasa takut dan berhenti melakukan kesalahan,
orang yang menyampaikan perkataan Allah dan Rasul secara serampangan tanpa petunjuk dan tanpa menaruh hormat, namun ketika mendengar orang lain yang ia hormati langsung ia turuti tanpa dibantah, tidak peduli benar atau salah,
orang yang membaca Al-Qur’an namun tidak berpengaruh pada dirinya atau bahkan Al-Qur’an terasa berat baginya, namun merasa senang dan menyatu saat mendengar bisikan setan,
jampi-jampi perzinaan, di hatinya timbul dorongan-dorongan kesenangan, menginginkan si penyanyi tidak berhenti,
orang yang bersumpah atas nama Allah namun berdusta, namun tidak berdusta manakala bersumpah dengan menyebut nama syaikh, kerabat, atau bersumpah demi kehidupan orang yang ia cinta dan agungkan jika ia diancam dan disiksa,
orang yang bangga dengan kemaksiatan,
memperbanyak dosa di antara kawan dan kelompoknya, itulah yang disebut mujahir (orang yang menampakkan dosa),
orang yang tidak bisa dipercaya memegang harta dan harga diri,
lisan kotor yang biasa dijauhi orang lain demi menjaga diri dari keburukan dan kekejiannya,
orang yang menunda shalat hingga akhir waktu kemudian shalat dengan cepat laksana patokan ayam,
tidak menyebut-nyebut Allah melainkan hanya sedikit saja,
tidak menunaikan zakat harta secara suka rela,
tidak menunaikan ibadah haji padahal mampu,
tidak menunaikan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggungan-nya padahal mampu,
tidak menjaga diri dari tatapan mata, lisan, langkah kaki ataupun makanan,
tidak peduli dengan uang yang didapat entah halal entah haram,
tidak menyambung tali kekerabatan, tidak menyayangi orang miskin, janda, anak yatim, ataupun hewan, justru membentak anak yatim,
tidak mendorong untuk memberi makan orang miskin, bersikap riya saat memberi,
tidak membagikan barang-barang yang berguna,
sibuk mengurus aib orang lain ketimbang aib diri sendiri,
sibuk mengurus dosa orang lain ketimbang dosa diri sendiri.

BACA JUGA:  Sebab-sebab Suul Khatimah (Kematian yang Buruk)

Orang-orang seperti itu disiksa dalam kubur karena dosa-dosa yang dilakukan berdasarkan sedikit banyaknya, besar kecilnya.

Betapa banyaknya dosa itu. Kubur sisi luarnya berupa tanah dan sisi dalamnya berupa penyesalan, sisi luarnya berupa tanah dan batu-batu berukir yang dibangun, sementara sisi dalamnya berupa petaka dan musibah, mendidihkan penyesalan seperti tungku mendidihkan air yang ada di dalamnya. Kubur menghalangi seseorang dengan hawa nafsu dan angan-angan.

Demi Allah, nasihat telah aku sampaikan sehingga tidak menyisakan sepatah katapun, aku serukan: wahai kalian semua yang memakmurkan dunia, kalian telah diberi usia panjang hingga kematian hampir menjelang, kalian akan meninggalkan dunia dan segera beralih menuju akhirat.

Kalian mendirikan bangunan yang dimanfaatkan dan ditinggali orang lain, kalian meninggal-kan rumah-rumah yang tidak kalian tempati selain kubur, dunia inilah tempat berlomba, tempat menyimpan amal dan tempat menanam benih, dan kubur adalah tempat untuk memetik pela-jaran, salah satu taman surga atau salah satu liang neraka. []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119