Home KajianBahaya Bersumpah dengan Selain Nama Allah

Bahaya Bersumpah dengan Selain Nama Allah

Bersumpah hanya boleh dilakukan dengan nama Allah Ta'ala.

by Abu Umar
0 comments 20 views

Telah diriwayatkan secara sahih dari Rasulullah Muhammad ﷺ bahwa beliau melarang umatnya bersumpah dengan selain Allah Ta’ala.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda: “Barang siapa hendak bersumpah, maka janganlah ia bersumpah kecuali dengan nama Allah.”

Kaum Quraisy dahulu biasa bersumpah dengan nama ayah-ayah mereka. Maka beliau bersabda: “Janganlah kalian bersumpah dengan nama ayah-ayah kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 3836 dan Muslim no. 1646)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Barang siapa hendak bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau diam.” (HR. Al-Bukhari no. 2679 dan Muslim no. 1646)

Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata: “Para ulama telah bersepakat bahwa bersumpah dengan selain Allah adalah perkara yang tercela dan tidak diperbolehkan. Tidak halal bagi seseorang untuk melakukannya.” (At-Tamhid, 14/367)

BACA JUGA:  Jangan Banyak Bersumpah

Kesepakatan Ulama Tentang Larangan Bersumpah dengan Selain Allah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa para ulama tidak berbeda pendapat mengenai tercelanya bersumpah dengan makhluk, seperti bersumpah dengan Ka’bah, kuburan seorang syaikh, kehormatan penguasa, pedang, atau kedudukan seseorang di sisi Allah.

Beliau menegaskan bahwa sumpah semacam itu tidak dianggap sebagai sumpah syar’i sehingga pelanggarannya tidak mewajibkan kaffarah (tebusan sumpah). Adapun mengenai hukumnya, apakah makruh atau haram, terdapat dua pendapat dalam mazhab Imam Ahmad dan selainnya. Namun pendapat yang lebih kuat adalah bahwa perbuatan tersebut haram. (Majmu’ Al-Fatawa, 35/243)

Termasuk Dosa Besar dan Bentuk Kesyirikan

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Di antara dosa besar adalah bersumpah dengan selain Allah. Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda: ‘Barang siapa bersumpah dengan selain Allah maka ia telah berbuat syirik.’ Keliru orang yang mengatakan bahwa perbuatan tersebut hanya makruh, padahal syariat menyebutnya sebagai syirik.” (I’lam Al-Muwaqqi’in, 6/571-572)

Hadits yang dimaksud berasal dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

“Barang siapa bersumpah dengan selain Allah maka sungguh ia telah melakukan kekufuran atau kesyirikan.” (HR. Abu Dawud no. 3251 dan At-Tirmidzi no. 1535; dishahihkan oleh Al-Albani)

Kapan Menjadi Syirik Besar?

Kesyirikan dalam sumpah ini terkadang termasuk syirik besar dan terkadang termasuk syirik kecil.

Ia menjadi syirik besar apabila seseorang meyakini bahwa makhluk yang dijadikan objek sumpah memiliki kedudukan yang setara dengan Allah dalam hal pengagungan, atau diyakini mampu memberi manfaat dan menolak mudarat secara gaib.

Hal ini sebagaimana yang terjadi pada sebagian penyembah kubur yang bersumpah dengan penghuni kubur dan meyakini bahwa penghuni kubur tersebut dapat memberikan manfaat atau menolak bahaya dengan kekuatan gaib.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

“Jika seseorang meyakini bahwa sesuatu yang dijadikan sumpah itu berhak diagungkan sebagaimana Allah diagungkan, maka haram bersumpah dengannya. Bahkan dengan keyakinan tersebut ia menjadi kafir.” (Fathul Bari, 11/531)

Syaikh Abdurrahman Al-Mu’allimi rahimahullah menjelaskan bahwa sumpah seperti ini menunjukkan adanya pengagungan dan ketundukan kepada selain Allah, serta keyakinan adanya kekuatan gaib pada objek sumpah tersebut. Padahal pengagungan dan ketundukan yang semacam ini merupakan ibadah. Jika ibadah diberikan kepada selain Allah, maka itu termasuk syirik dan kekufuran. (Atsar Asy-Syaikh Abdurrahman Al-Mu’allimi, 3/1018)

Syirik Kecil Jika Tidak Sampai Tingkat Tersebut

Apabila seseorang bersumpah dengan selain Allah tanpa meyakini adanya kesetaraan dengan Allah dalam pengagungan dan kekuasaan, maka perbuatannya termasuk syirik kecil.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Bersumpah dengan selain Allah merupakan syirik besar apabila pelakunya meyakini bahwa yang dijadikan sumpah setara dengan Allah dalam pengagungan dan penghormatan. Jika tidak demikian, maka itu termasuk syirik kecil.” (Al-Qaul Al-Mufid, 2/214)

Contoh: Bersumpah Demi Kejujuran

Dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah disebutkan bahwa bersumpah “demi kejujuran” termasuk bersumpah dengan selain Allah. Perbuatan tersebut merupakan syirik kecil dan termasuk dosa besar.

Para ulama juga membawakan perkataan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

“Jika aku bersumpah dengan nama Allah lalu berdusta, itu lebih aku sukai daripada aku bersumpah dengan selain-Nya meskipun aku berkata benar.”

Perkataan ini menunjukkan betapa beratnya dosa bersumpah dengan selain Allah, hingga seorang sahabat lebih memilih melakukan dosa dusta dalam sumpah dengan nama Allah daripada melakukan kesyirikan dalam sumpah dengan selain-Nya.

BACA JUGA:  Abu Bakar Berkata tentang Sumpah yang Datang dari Setan

Kesimpulan

Bersumpah hanya boleh dilakukan dengan nama Allah Ta’ala. Adapun bersumpah dengan nabi, wali, kuburan, Ka’bah, kehormatan, amanah, kejujuran, orang tua, atau makhluk lainnya, maka hal itu terlarang dalam syariat.

Jika pelakunya meyakini bahwa makhluk tersebut memiliki kedudukan yang setara dengan Allah dalam pengagungan atau memiliki kekuatan gaib untuk memberi manfaat dan mudarat, maka ia terjatuh ke dalam syirik besar. Namun jika tidak sampai pada keyakinan tersebut, maka perbuatannya termasuk syirik kecil yang tetap merupakan dosa besar dan wajib ditinggalkan.

Seorang muslim hendaknya menjaga lisannya dan membiasakan diri mengucapkan sumpah hanya dengan nama Allah, sebagaimana tuntunan Rasulullah Muhammad ﷺ:

“Barang siapa hendak bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau diam.” []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119