Home UncategorizedMahar Bukan Ukuran Kemuliaan Pernikahan

Mahar Bukan Ukuran Kemuliaan Pernikahan

Mahar yang sederhana namun penuh keberkahan jauh lebih baik dibanding mahar mahal yang justru memberatkan dan menjadi sebab tertundanya pernikahan.

by Abu Umar
0 comments 9 views

Dalam Islam, pernikahan adalah ibadah yang mulia dan jalan untuk menjaga kehormatan diri. Karena itu, syariat tidak menjadikan pernikahan sebagai sesuatu yang sulit atau memberatkan. Salah satu bentuk kemudahan yang diajarkan Islam terlihat dalam masalah mahar. Mahar memang merupakan hak seorang wanita, namun Islam tidak menetapkan bahwa mahar harus mahal dan memberatkan calon suami.

Dahulu pernah ada seorang sahabat yang ingin menikah namun tidak memiliki harta yang cukup. Maka Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda kepadanya:

انْظُرْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ

“Carilah walaupun hanya berupa cincin besi.”  HR. Al-Bukhari dan Muslim.

BACA JUGA:  Hak Finansial Istri: Mahar

Hadits ini menunjukkan betapa Islam memudahkan urusan pernikahan. Rasulullah Muhammad ﷺ tidak mempersulit sahabat tersebut dengan tuntutan mahar yang mahal. Bahkan cincin dari besi yang nilainya sangat sederhana pun dapat dijadikan mahar selama kedua belah pihak saling ridha.

Para ulama menjelaskan bahwa besarnya mahar tidak memiliki batas tertentu dalam syariat. Mahar boleh sedikit dan boleh pula banyak, tergantung kemampuan serta kerelaan antara kedua pihak.

Yahya bin Syaraf an-Nawawi رحمه الله berkata:

فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ يَجُوزُ أَنْ يَكُونَ الصَّدَاقُ قَلِيلًا وَكَثِيرًا مِمَّا يَتَمَوَّلُ إِذَا تَرَاضَى بِهِ الزَّوْجَانِ، لِأَنَّ خَاتَمَ الْحَدِيدِ فِي نِهَايَةٍ مِنَ الْقِلَّةِ، وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ وَهُوَ مَذْهَبُ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ مِنَ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ

“Hadits ini menunjukkan bahwa mahar itu boleh sedikit dan boleh juga banyak apabila kedua pasangan saling ridha, karena cincin dari besi menunjukkan nilai mahar yang murah. Inilah pendapat dalam madzhab Syafi’i dan juga pendapat jumhur ulama dari salaf dan khalaf.”  Syarh Shahih Muslim 9/190.

Di zaman sekarang, sebagian orang menjadikan tingginya mahar sebagai ukuran kemuliaan seorang wanita atau kebanggaan keluarga. Akibatnya, tidak sedikit pemuda yang kesulitan menikah karena terbebani tuntutan yang berat. Padahal kemuliaan rumah tangga bukan terletak pada mahalnya mahar, tetapi pada ketakwaan, kasih sayang, dan keberkahan dalam kehidupan setelah akad.

BACA JUGA:  Mahar yang Paling Bagus

Mahar yang sederhana namun penuh keberkahan jauh lebih baik dibanding mahar mahal yang justru memberatkan dan menjadi sebab tertundanya pernikahan. Sebab tujuan utama pernikahan adalah menjaga agama, kehormatan, dan membangun keluarga yang diridhai Allah.

Islam adalah agama yang memudahkan, bukan mempersulit. Karena itu, hendaknya kaum muslimin tidak menjadikan mahar sebagai ajang bermegah-megahan. Selama mahar tersebut halal, jelas, dan disepakati dengan kerelaan kedua belah pihak, maka pernikahan tetap sah dan penuh keberkahan insyaAllah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119