Pertanyaan: Ada sebuah hadits dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda
الكيس من دان نفسه
“Orang yang pandai adalah orang yang mampu menundukkan nafsunya. Apakah hadits ini shahih?
BACA JUGA: Kisah Nabi Musa ‘Alaihis Salam dan Malaikat Maut
Jawaban: Hadits ini terkenal
الْكَيْسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِرُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الْأَمَانِيُّ
“Orang yang pandai adalah orang yang mampu menundukkan nafsunya dan beramal untuk bekal setelah mati dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan terhadap Allah dengan berbagai angan-angan yang panjang.” Dikeluarkan oleh al-Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan telah didha’ifkan oleh al-Albani hadits no. 4305.
Dan hadits its ini tidak diragukan bahwa maknanya shahih Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَالُوا لَن يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ.
“Dan mereka (Yahudi dan Nashrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nashrani.” Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka….” (QS. al-Baqarah: 111)
BACA JUGA: Ada Sebagian Orang yang Menolak Hadits-hadits dalam ash-Shahihain, Bagaimana Hukum terhadap Mereka?
Mereka berangan-angan seperti ini. Maka seorang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berbagai angan-angan yang panjang maka bukanlah orang yang pandai.
(Liqaa’aat al-Baabil Maftuuh no. 271) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

