Kalian tentunya bisa membayangkan bagaimana perasaan dan kondisi seseorang yang mau menolong saudaranya yang belum bisa mengembalikan utangnya besok di hari akhir di saat panas menyengat di saat dia diberi naungan oleh Allah SWT yang melindunginya dari sengatan panas. Imam Ahmad meriwayatkan dari sahabat Sahl bin Hanif r.a.. Dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ أَعَانَ مُجَاهِدًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ غَارِمًا فِي عُسْرَتِهِ أَوْ مُكَاتَبًا فِي رَقَبَتِهِ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظَلَّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
“Barangsiapa membantu mujahid fi sabilillah atau orang yang sedang menanggung utang sedangkan orang tersebut mengalami kesulitan (tidak bisa membayar utangnya) atau hamba sahaya yang dijanjikan tuannya akan dibebaskan bila membayar sejumlah uang, maka Allah akan memberinya naungan di saat tidak ada naungan selain naungan milik Allah.”
BACA JUGA: Bahaya Berhutang
Hadits Rasulullah ﷺ juga banyak mengisahkan ketaatan para sahabat dalam mempraktikkan ajaran-ajaran Islam, termasuk dalam masalah utang-piutang ini. Suatu hari, di masjid Nabawi, sahabat Ka’ab bin Malik meminta Ibnu Abu Hadrad r.a. untuk segera membayar utang yang menjadi tanggungannya. Kedua sahabat itu mengeluarkan suara yang sangat keras hingga terdengar oleh Rasulullah ﷺ yang sedang berada di dalam rumahnya.
Kemudian Rasulullah membuka tirai yang membatasi rumahnya dengan masjid. Beliau mendekati keduanya dan memanggil Ka’ab, “Wahai Kaab.”
“Ya, Rasulullah”, jawab Ka’ab. Rasulullah melanjutkan pembica-raannya, “Bebaskanlah utangnya”, Rasulullah memberi isyarat separuh utangnya. Ka’ab berkata, “Baik, wahai Rasul.” Kemudian Rasulullah berkata kepada Ibnu Abi Hadrad, “Bayarlah (separuh utangmu).” (HR al-Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Hukum Berhutang dengan Barang Jaminan
Sayyidah Aisyah meriwayatkan, “Rasulullah ﷺ mendengar suara dua orang yang lagi cekcok di pintu: salah seorang dari mereka meminta untuk dibebaskan dan diberi keringanan namun yang satunya lagi berkata, ‘Demi Allah saya tidak akan melakukannya.
Rasulullah ﷺ keluar, mendekati mereka dan bertanya, ‘Siapa yang bersumpah demi Allah untuk tidak melakukan kebajikan. Orang tersebut berkata, ‘Saya wahai Rasulullah. Saya akan melakukannya.” (HR al-Bukhari)
Dua hadits ini menunjukkan betapa besarnya ketaatan para sahabat terhadap Rasulullah ﷺ . Mereka langsung melaksanakan perintah Rasulullah demi tertanamnya akhlak mulia pada diri mereka. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

