Kedermawanan Abu Hanifah
Dengan tangan yang tidak kenal kikir dan hati yang gemar bersedekah, Abu Hanifah An-Nu’man memberikan sepuluh dir-ham setiap harinya kepada Hammad, anaknya, agar dibelikan roti. Abu Hanifah berkata kepadanya, “Sedekahkan roti itu kepada orang-orang fakir dan orang-orang miskin yang mendatangi pintu rumah (kita).”
Kerendahan Hati Abu Hanifah
Abu Hanifah gemar bersedekah dan berinfak kepada saha-bat-sahabat, para tetangga, dan orang-orang miskin. la juga mem-biayai muridnya, Abu Yusuf dan anak-anaknya selama sepuluh tahun. Abu Yusuf berkata kepadanya, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih dermawan darimu.” Abu Hanifah dengan rendah hati dan mengingkari jati diri berkata, “Bagaimana kiranya jika engkau melihat guruku, Hammad?” (Manaqib Al-Imam Al-A’zham, 1: 259)
BACA JUGA: Kisah-kisah Abu Hanifah: Tidak Makan Daging Kambing
Kau Datang dari Tempat Orang yang Paling Faqih di Antara Para Penduduk Bumi
Pada masa muda, Muhammad bin Bisyr menuturkan tentang sirah imam agung. la berkata, “Dulu, aku datang dan pergi menemui Abu Hanifah dan Sufyan. Saat menemui Abu Hanifah, ia bertanya kepadaku, “Kamu dari mana?”
“Dari tempat Sufyan,” jawabku.
Abu Hanifah berkata, “Kamu datang dari tempat seseorang yang seandainya Alqamah dan Aswad masih ada, tentu keduanya memerlukan orang sepertinya.”
Setelah itu aku menemui Sufyan lalu ia bertanya kepadaku, “Kamu dari mana?”
“Dari tempat Abu Hanifah,” jawabku.
Sufyan berkata, “Kamu datang dari tempat orang paling faqih di antara para penduduk bumi,” (63) Tarikh Baghdad, XIII: 344)
BACA JUGA: Abu Hanifah Telah Menipu Kami
Jangan Memuji Siapa pun Selain Allah
Abu Hanifah menghalangi keinginan jiwa dengan tangan-tangan infak yang membagikan harta di mana-mana. Si pahlawan infak ini segera mengirim harta benda miliknya ke sejumlah pasar untuk membeli dan menjual barang-barang di antara Kufah dan Baghdad hingga berlalu satu tahun.
Setelah berlalu satu tahun, Abu Hanifah mempertahankan rejeki yang Allah berikan kepadanya. la segera membeli segala keperluan para ahli hadits dan penuntut ilmu, seperti keperluan makanan dan pakaian. Setelah itu Abu Hanifah menyerahkan uang dan laba sisa untuk mereka.
Dengan tenang, Abu Hanifah berkata kepada mereka, “Gunakan uang ini untuk keperluan kalian. Jangan memuji siapapun selain Allah karena yang aku berikan kepada kalian bukan uang milikku, tapi dari karunia yang Allah berikan kepadaku. []
Sumber: 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Abi Hanifah An-Nu man -100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Malik bin Anas – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Asy-Syafii – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Ahmad bin Hanbal (400 Kisah Hidup Imam Empat Madzhab) /Penulis: Dr Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi / Penerbit: Zam Zam Cetakan V: September 2023
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

