Ibnu Jauzi berkata: Iblis telah melancarkan talbisnya kepada para penyair dengan menimbulkan perasaan bahwa mereka ini adalah ahli sastra, yang dikaruniai kecerdasan yang membuat mereka lebih unggul daripada orang lain, maka zat yang memberikan keistimewaan ini pasti akan memaafkan dirinya dari segala kesalahan.
Oleh karena itulah Anda melihat mereka berkelana ke berbagai tempat kemudian menebar kebohongan, melontarkan tuduhan zina, mengejek manusia, menistakan kehormatan seseorang atau berikrar atas terjadinya perbuatan keji.
Paling tidak, seorang penyair akan memuji-muji orang lain sampah yang dipuji-puji itu takut akan penghinaannya, sehingga ia memberinya harta sebab takut keburukannya akan tersebar luas. Atau, penyair ini memuji orang lain di depan khalayak ramai, sehingga yang dipuji-puji itu memberinya harta sebab malu kepada hadirin jika sampai tidak memberi. Demikian di antara caranya memperoleh penghasilan.
BACA JUGA: Kesombongan Iblis
Di lain pihak, para penyair serta ahli sastra Tidak segan memakai kain sutra juga berdusta manakala menyanjung hingga melampaui batas, serta untuk berbuat kefasikan, dan melakukan perbuatan maksiat lainnya. Salah seorang dari mereka berkata: “Aku dan beberapa sastrawan berkumpul, lalu kami melakukan ini dan itu.”
Alangkah jauhnya mereka dari kebenaran. Mengaku ahli sastra serta orang beradab padahal adab kepada Allah ialah dengan bertakwa kepada-Nya. Percuma saja mereka cerdas, karena kecerdasan yang digunakan hanya untuk mendapatkan harta dunia sama sekali tidak ada nilainya. Tidak ada gunanya keindahan kata-kata mereka, karena kata-kata tidak dipandang indah di sisi Allah kalau yang mengucapkannya tidak bertakwa kepada-Nya.
Mayoritas sastrawan dan penyair akan mudah kufur atau tidak bersyukur atas nikmat yang diberikannya, dan mencela takdir Ilahi ketika rezekinya sempit.
Contohnya adalah perkataan salah seorang dari mereka berupa bait-bait berikut:
BACA JUGA: Awal Mula Iblis Memusuhi Manusia
Kala semangat raih keutamaan melawan jarak tinggi
Keberuntunganku tetap menempel tanah atau rendah
Betapa sering masa membuat diri ini begitu sedih
Betapa sering zaman yang zalim berbuat betapa sering zaman yang zalim berbuat buruk atasku
Mereka lupa bahwa dosa-dosa lah yang menyebabkan rezeki sempit. Mereka menilai dirinya berhak memperoleh kenikmatan beserta keselamatan dari ujian tetapi mereka tidak pernah menyadari ihwal apa yang diwajibkan atas makhluk yaitu menjalankan perintah-perintah syariat.
Maka kepandaian Mereka pun lenyap. []
Sumber: Talbis Iblis, Tipu Muslihat dan Perangkap Iblis dalam Menjerumuskan Manusia ke Jurang Kehancuran,karya Ibnu Jauzi, Pustaka Imam As Syafi’i, Cetakan 2020 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

