Ibadah adalah bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah, bukan sarana untuk mendapatkan pujian manusia.
Namun, terkadang hati diam-diam menginginkan perhatian ketika melakukan kebaikan.
Kita merasa senang ketika dipuji, tetapi kecewa ketika amal yang dilakukan tidak diketahui orang lain.
Inilah salah satu pintu riya yang perlu diwaspadai oleh setiap muslim.
BACA JUGA: Hati-hati, Ini 4 Tanda Riya Menurut Ali bin Abi Thalib
Riya adalah melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh manusia.
Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan bahwa sesuatu yang paling beliau khawatirkan menimpa umatnya adalah syirik kecil, yaitu riya. (HR. Ahmad)
Peringatan ini menunjukkan bahwa riya bukan perkara ringan, meskipun sering tersembunyi di dalam hati.
Allah juga mengingatkan dalam Surah Al-Ma’un ayat 4–6 tentang orang-orang yang lalai dalam salatnya dan berbuat riya.
Seseorang bisa saja terlihat rajin beribadah, tetapi hatinya justru sibuk mencari pengakuan manusia.
Ia bersedekah agar disebut dermawan, membaca Al-Qur’an agar dianggap saleh, atau membantu orang lain demi mendapatkan pujian.
Padahal, kemuliaan suatu amal tidak hanya dilihat dari bentuknya, tetapi juga dari niat yang melandasinya.
Fudhail bin Iyadh pernah menjelaskan bahwa meninggalkan amal karena manusia adalah riya, sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan.
Beliau juga mengingatkan bahwa keikhlasan adalah ketika Allah menyelamatkan seseorang dari kedua hal tersebut.
Karena itu, jangan biarkan pujian manusia menjadi tujuan utama dalam setiap ibadah yang kita kerjakan.
Jika hati mulai mengharapkan sanjungan, segeralah mengingat bahwa hanya Allah yang berhak menjadi tujuan amal kita.
Biasakan menyembunyikan sebagian amal kebaikan agar hati belajar berbuat ikhlas tanpa menunggu penilaian manusia.
Namun, jangan pula meninggalkan amal baik hanya karena takut dianggap riya, melainkan luruskan niat dan teruslah berbuat kebaikan.
Mintalah pertolongan Allah agar hati dijauhkan dari keinginan untuk dipuji dan dihormati.
BACA JUGA: Apakah Riya Itu?
Ingatlah bahwa pujian manusia tidak menjamin keselamatan kita di akhirat, sedangkan keikhlasan sangat berharga di sisi Allah.
Mari periksa niat sebelum beramal, ketika beramal, dan setelah menyelesaikan setiap kebaikan.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari riya, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan seluruh kebaikan hanya untuk mengharap rida-Nya.[]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

