Home » Menjaga Harta dan Mencari Rezeki: Tawakal Bukan Berarti Bermalas-malasan Harta

Menjaga Harta dan Mencari Rezeki: Tawakal Bukan Berarti Bermalas-malasan Harta

by haura nurbani
0 comments 43 views

Harta merupakan salah satu nikmat Allah ﷻ yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Dengan harta, seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidup, menjaga kehormatan diri, membantu keluarga, dan menolong orang lain. Karena itu, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mengabaikan harta, tetapi membimbing mereka agar mencari, mengelola, dan menggunakannya sesuai dengan tuntunan syariat.

Seorang Muslim hendaknya menyeimbangkan usaha mencari rezeki dengan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Tidak sepatutnya seseorang bersikap boros, terlalu kikir, atau menjadikan tawakal sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Tawakal yang benar justru berjalan bersama ikhtiar, perencanaan, dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan.

BACA JUGA: Kadar Minimal (Nisab) Harta yang Wajib Dizakati

Harta sebagai Penopang Kehidupan

Orang yang bijaksana hendaknya mengelola hartanya sesuai dengan akal sehat dan tuntunan syariat. Menjaga harta, mengembangkannya melalui cara yang halal, serta berusaha meningkatkan penghasilan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mempertahankan kehidupan dan menjaga martabat diri.

Allah ﷻ berfirman dalam Surah an-Nisa ayat 5 agar harta tidak diserahkan kepada orang-orang yang belum mampu mengelolanya dengan baik. Dalam ayat tersebut, harta disebut sebagai qiyaman, yakni penopang kehidupan manusia.

Allah ﷻ juga melarang sikap berlebihan dalam membelanjakan harta. Dalam Surah al-Isra ayat 29, manusia diingatkan agar tidak terlalu kikir dan tidak pula mengulurkan tangannya secara berlebihan.

Sementara itu, Surah al-Furqan ayat 67 memuji orang-orang yang ketika membelanjakan harta tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi mengambil jalan pertengahan.

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa harta perlu dikelola secara bijaksana. Seorang Muslim hendaknya memenuhi kebutuhannya, menunaikan kewajibannya, dan menyisihkan sebagian hartanya untuk kebaikan.

Harta sebagai Sarana Berbuat Kebaikan

Harta bukan hanya berguna untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk meraih pahala apabila digunakan sesuai dengan tuntunan Allah ﷻ.

Dalam Surah al-Baqarah ayat 245, Allah ﷻ mengajak manusia memberikan pinjaman yang baik kepada-Nya, yaitu berinfak di jalan-Nya dengan mengharapkan balasan yang berlipat ganda.

Allah ﷻ juga berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 195 agar manusia berinfak di jalan-Nya. Adapun Surah at-Taubah ayat 103 menjelaskan perintah mengambil zakat dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka.

Dengan demikian, harta yang baik dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Kekayaan tidak tercela selama diperoleh dengan cara halal, tidak melalaikan kewajiban, dan digunakan untuk perkara yang diridai-Nya.

Teladan Rasulullah ﷺ dan Para Salaf

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik harta yang baik adalah yang berada di tangan orang saleh.”

Makna hadis ini menunjukkan bahwa harta dapat mendatangkan kebaikan apabila dimiliki oleh orang yang beriman dan menggunakannya secara benar.

Abu Bakar رضي الله عنه dikenal sebagai seorang pedagang yang menggunakan hartanya untuk mendukung dakwah Islam. Para sahabat lainnya pun banyak yang bekerja dan berdagang. Di kalangan tabiin, Sa’id bin al-Musayyab juga dikenal memiliki harta.

Teladan tersebut memperlihatkan bahwa kesalehan tidak mengharuskan seseorang meninggalkan usaha duniawi. Seorang Muslim dapat menjadi orang yang tekun beribadah sekaligus bekerja, berdagang, dan mengelola kekayaannya dengan penuh tanggung jawab.

Harta yang diperoleh secara halal dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan hidup, menolong keluarga, bersedekah, dan menjaga dirinya dari ketergantungan kepada orang lain.

Tawakal Bukan Alasan untuk Bermalas-malasan

Sebagian orang menganggap bahwa tawakal berarti tidak perlu mencari nafkah atau mempersiapkan kebutuhan hidup. Mereka merasa cukup dengan tidak memiliki apa-apa, lalu beranggapan bahwa rezeki akan datang dengan sendirinya.

Padahal, sikap seperti itu tidak tepat apabila dijadikan alasan untuk meninggalkan ikhtiar yang mampu dilakukan. Tawakal bukan berarti menolak usaha, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah ﷻ setelah menempuh sebab-sebab yang dibenarkan.

Perjalanan Nabi Musa عليه السلام untuk menemui Khidir, sebagaimana dikisahkan dalam Surah al-Kahfi, memperlihatkan adanya bekal dalam perjalanan. Rasulullah ﷺ pun melakukan persiapan ketika berhijrah, termasuk dengan mengatur sarana perjalanan dan perbekalan.

Semua itu mengajarkan pentingnya persiapan dan perencanaan. Seseorang hendaknya berusaha sesuai dengan kemampuannya, kemudian bertawakal kepada Allah atas hasil yang diperoleh.

Allah ﷻ berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 197:

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Ayat ini mengingatkan bahwa manusia perlu mempersiapkan bekal untuk perjalanannya, baik bekal yang dibutuhkan dalam kehidupan maupun bekal ketakwaan untuk akhirat.

Menyeimbangkan Ikhtiar, Harta, dan Ketakwaan

Harta memang bukan tujuan akhir kehidupan. Namun, mengabaikan usaha mencari nafkah juga bukan bentuk ketakwaan yang harus dibanggakan.

BACA JUGA: Harta Kita Sebenarnya

Seseorang yang tidak mempersiapkan kebutuhan hidup dapat menghadapi kesulitan ketika sakit, kehilangan pekerjaan, atau tidak lagi mampu mencari penghasilan. Karena itu, bekerja, menabung sesuai kemampuan, dan merencanakan kebutuhan masa depan merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diperhatikan.

Pada saat yang sama, jangan sampai kecintaan terhadap harta membuat seseorang melupakan salat, mengabaikan keluarga, berlaku curang, atau enggan membantu sesama.

Jadikanlah harta sebagai sarana untuk beribadah, bukan sesuatu yang menguasai hati. Carilah rezeki dengan cara yang halal, kelolalah dengan bijaksana, dan gunakanlah untuk memenuhi kebutuhan serta membantu orang yang membutuhkan.

Semoga Allah ﷻ memberikan rezeki yang halal dan berkah, menjadikan kita hamba yang rajin berikhtiar, benar dalam bertawakal, serta tidak diperbudak oleh harta dunia. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119