Tidak semua kesengsaraan terlihat dari wajah yang murung, hidup yang sulit, atau harta yang sedikit. Ada kesengsaraan yang jauh lebih berbahaya, tetapi sering tidak disadari: hati yang semakin jauh dari Allah, sementara seseorang merasa dirinya baik-baik saja.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah menyebutkan empat tanda kesengsaraan:
“Empat tanda kesengsaraan: kerasnya hati, mata yang tidak bisa menangis, panjang angan-angan, dan rakus terhadap dunia.” (Az-Zuhd, karya Ibnu Abi Ad-Dunya, hlm. 36).
Pertama, hati yang keras.
Nasihat tidak lagi menyentuh, ayat-ayat Allah hanya terdengar tanpa direnungkan, dan dosa terasa biasa saja. Hati yang keras membuat seseorang sulit menerima kebenaran dan enggan memperbaiki diri. Karena itu, kita perlu membiasakan diri membaca Al-Qur’an, mengingat kematian, dan merenungi kebesaran Allah.
BACA JUGA: Tanda-tanda Orang yang Banyak Mengingat Allah
Kedua, mata yang tidak bisa menangis.
Yang dimaksud bukan semata-mata tidak mampu mengeluarkan air mata. Ada orang yang hatinya tersentuh, tetapi sulit menangis. Yang perlu diwaspadai ialah hati yang tidak lagi tersentuh oleh dosa, tidak menyesali kesalahan, dan tidak memiliki rasa takut maupun harap kepada Allah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa dua mata yang tidak akan disentuh api neraka, di antaranya, adalah mata yang menangis karena takut kepada Allah (HR. At-Tirmidzi).
Ketiga, panjang angan-angan.
Memiliki cita-cita bukanlah kesalahan. Namun, berbahaya jika seseorang terus merasa masih punya banyak waktu untuk bertaubat, seolah-olah kematian masih jauh. Akibatnya, ibadah ditunda, dosa dibiarkan, dan kesempatan berbuat baik terlewatkan.
BACA JUGA: Tiga Tanda Orang yang Hasad
Keempat, rakus terhadap dunia.
Dunia memang perlu dicari, tetapi jangan sampai keinginan mengumpulkan harta, mengejar kedudukan, dan menikmati kesenangan membuat kita melupakan akhirat. Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya (QS. Ali ‘Imran: 185).
Empat tanda ini hendaknya menjadi bahan introspeksi, bukan alasan untuk menghakimi orang lain. Sebab, setiap hati membutuhkan pertolongan Allah agar tetap hidup dalam ketaatan.
Mari periksa hati sebelum sibuk menilai orang lain. Apakah nasihat masih menyentuh kita? Apakah dosa masih kita sesali? Apakah kita menunda taubat? Apakah dunia telah menguasai hati?
Jangan biarkan hati mengeras, waktu habis oleh angan-angan, dan dunia melalaikan kita dari akhirat. Mohonlah kepada Allah agar hati kita dilembutkan dan ditetapkan di atas ketaatan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

