Khadijah binti Khuwailid bukan hanya istri Rasulullah ﷺ, tetapi juga sosok yang senantiasa mendukung beliau ketika menghadapi berbagai ujian dalam menyampaikan risalah Islam. Beliau menjadi orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, memberikan ketenangan saat Rasulullah ﷺ menghadapi penolakan, serta menguatkan hati beliau ketika tekanan semakin berat.
Perjalanan hidup Khadijah dipenuhi dengan pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan iman. Ia menghadapi kehilangan orang-orang tercinta, menyaksikan penderitaan kaum muslimin, dan turut merasakan beratnya pemboikotan kaum Quraisy. Kisahnya menjadi teladan tentang kesetiaan, keberanian, dan keteguhan seorang muslimah dalam membela kebenaran.
BACA JUGA: Bekerja kepada Khadijah, Menikah dengannya, dan Nama Anak-anak Beliau
Khadijah, Pendukung Pertama Dakwah Rasulullah ﷺ
Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, masuk Islam, dan berdiri di samping Rasulullah ﷺ untuk menolong serta menguatkan beliau. Ia membantu beliau memikul beban intimidasi dan tekanan yang paling berat. Dengan itu, Allah menjadikan beban tersebut lebih ringan bagi Nabi-Nya.
Rasulullah ﷺ tidak mendengar sesuatu yang beliau benci, berupa penolakan atau pendustaan yang membuat beliau bersedih, kecuali Allah meringankannya melalui Khadijah. Begitu beliau pulang kepadanya, Khadijah langsung meneguhkan hati beliau, menghibur, menenteramkan, dan meringankan beban beliau dalam menghadapi orang-orang yang menentang.
Ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim pun turun dari waktu ke waktu secara berkesinambungan.
Allah berfirman dalam Surah Al-Muddatstsir ayat 1–7:
“Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah, lalu berilah peringatan, dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.”
Kesabaran Menghadapi Ujian dan Kehilangan
Khadijah mulai mendukung dakwah Islam bersama Rasulullah ﷺ. Ujian-ujian berat mulai menimpa kaum muslimin, tetapi Khadijah berdiri layaknya gunung yang tinggi dalam keteguhan dan ketegarannya.
Allah menetapkan bahwa dua putranya, al-Qasim dan Abdullah, kembali ke haribaan-Nya. Khadijah pun bersabar dan mengharapkan pahala dari-Nya.
Ia juga menyaksikan perjuangan Sumayyah, wanita yang dikenal sebagai syahidah pertama dalam Islam, ketika menghadapi sakaratul maut di tangan para penguasa zalim hingga menyerahkan nyawanya yang mulia kepada Penciptanya dalam keadaan terhormat.
Mendukung Hijrah dan Perjuangan Kaum Muslimin
Khadijah melepaskan putrinya sekaligus buah hatinya, Ruqayyah, istri Utsman bin Affan, untuk berhijrah ke bumi Habasyah (Ethiopia) demi menyelamatkan agamanya dari intimidasi kaum musyrikin.¹²
Demikianlah, Khadijah mendapatkan dari Rasulullah ﷺ hiburan dan peneguhan yang besar. Karena itu, ketika orang-orang Quraisy mengumumkan pemboikotan terhadap kaum muslimin dalam bidang politik dan ekonomi, Khadijah tidak sedikit pun ragu untuk berdiri di sisi mereka.
Orang-orang Quraisy menuliskan surat pemboikotan pada sebuah lembaran dan menggantungkannya di dalam Ka’bah. Selama tiga tahun, Khadijah tinggal bersama Rasulullah ﷺ dan para sahabat di celah bukit, menghadapi beratnya pemboikotan dengan penuh kesabaran dan mengharapkan pahala dari Allah.
Mereka bertahan menghadapi kesulitan yang melelahkan serta kesombongan kaum musyrikin, hingga pemboikotan itu akhirnya runtuh di hadapan iman yang kokoh dan tekad yang tidak mengenal lelah.¹³
Wafatnya Khadijah dan Abu Thalib
Enam bulan sesudah runtuhnya pemboikotan Quraisy, Abu Thalib wafat. Kemudian, Khadijah menyusul wafat tiga tahun sebelum hijrah.¹⁴
Kepergian keduanya merupakan kehilangan besar bagi Rasulullah ﷺ. Khadijah telah memberikan dukungan, pengorbanan, dan ketenangan selama masa-masa sulit dalam perjuangan dakwah Islam.
BACA JUGA: Istri yang Berkah
Kemuliaan Khadijah dan Kabar Gembira dari Rasulullah ﷺ
Begitulah Khadijah, seorang istri yang bijak dan mampu mengukur segala urusan dengan cermat. Ia memberikan pengorbanan yang diharapkan mendatangkan rida Allah dan Rasul-Nya.
Khadijah mendapatkan kabar gembira berupa sebuah istana di surga dari mutiara, yang di dalamnya tidak ada kebisingan dan kelelahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik wanita dunia (di zamannya) adalah Maryam binti Imran, dan sebaik-baik wanita dunia (di zamannya) adalah Khadijah binti Khuwailid.” []
Sumber: The Great Story of Muhammad SAW: Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

