Nabi Nuh ‘alaihissalam adalah salah seorang rasul Allah yang diutus untuk menyeru kaumnya agar kembali kepada tauhid. Beliau dikenal sebagai rasul yang berdakwah dalam waktu sangat panjang, menghadapi penolakan, tetapi tetap bersabar menjalankan amanah.
Silsilah Nabi Nuh
Dalam sejumlah kitab sejarah dan kisah para nabi, Nabi Nuh disebut sebagai Nuh bin Lamik bin Mutawasylikh bin Idris (Hanukh) bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam ‘alaihissalam. Silsilah ini dinukil dari catatan sejarah terdahulu, bukan seluruhnya berdasarkan hadis sahih yang secara tegas menetapkan setiap nama dalam garis keturunan tersebut.
Karena itu, rincian silsilahnya perlu disampaikan sebagai keterangan yang dinukil dalam kitab sejarah, bukan sebagai kepastian yang setara dengan berita Al-Qur’an.
BACA JUGA: Nabi Nuh: Dunia Ini Seperti Rumah Berpintu 2
Berapa Jarak Zaman Nabi Adam dan Nabi Nuh?
Dalam riwayat yang dinukil dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, disebutkan bahwa jarak antara Nabi Adam dan Nabi Nuh adalah sepuluh qarn. Riwayat lain menjelaskan bahwa generasi-generasi tersebut berada di atas kebenaran, sebelum manusia kemudian berselisih. Riwayat ini disebutkan dalam sejumlah karya hadis dan tafsir, termasuk Al-Mustadrak karya Al-Hakim.
Kata qarn dapat dipahami sebagai kurun atau generasi. Karena itu, tidak tepat langsung memastikan bahwa sepuluh qarn berarti tepat seribu tahun. Lamanya satu generasi juga tidak selalu sama dengan seratus tahun.
Adapun angka-angka kronologi yang bersumber dari kitab sejarah Ahli Kitab tidak otomatis dapat dipastikan kebenarannya. Informasi semacam itu perlu ditimbang dengan dalil Islam yang dapat dipercaya.
BACA JUGA: Siapa Anak Nabi Nuh yang Tak Mau Ikut Naik ke Bahtera?
Dakwah Nabi Nuh Berlangsung Sangat Lama
Al-Qur’an memberikan keterangan yang pasti tentang lamanya Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun.” (QS. Al-‘Ankabut: 14).
Ayat tersebut menyebutkan masa tinggal dan dakwah beliau di tengah kaumnya selama 950 tahun. Namun, ayat ini tidak secara eksplisit menyebut usia total Nabi Nuh.
Kisah Nabi Nuh mengajarkan bahwa dakwah membutuhkan kesabaran panjang. Kebenaran tidak selalu segera diterima, bahkan ketika disampaikan oleh seorang rasul. Seorang mukmin hendaknya tetap teguh, menyeru kepada Allah dengan hikmah, dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.
Wallahu a’lam. []
SUMBER: ALIM.ORG
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

