Home KajianApa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kemunkaran?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kemunkaran?

Orang seperti ini seharusnya dicari dan diinvestigasi supaya sumber-sumber kekacauan dalam masyarakat bisa dihilangkan.

by Abu Umar
0 comments 15 views

Bagaimana sikap kita bila melihat kemunkaran-kemunkaran yang dilakukan oleh seorang Muslim: kita diamkan atau kita beri tahukan kepada orang lain juga? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu kiranya kita terlebih dahulu membagi orang yang melakukan kemungkaran atau aib itu kepada dua kelompok berikut.

1. Orang yang di tengah masyarakat terkenal sebagai orang baik, tidak termasuk orang-orang yang suka melakukan maksiat. Bila orang seperti ini tergelincir melakukan kesalahan atau aib maka kita wajib menutupi aibnya itu. Kita tidak boleh membeberkan hal ini kepada masyarakat luas.

Bila kita melakukannya maka itu termasuk ghibah dan termasuk menyebarkan hal-hal keji yang dilarang oleh agama. Allah SWT berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا هُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ )

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (an-Nuur: 19)

BACA JUGA: Tingkatan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Sebagian ulama menerangkan bahwa yang dimaksud dengan ‘isyaa’atul-faahisyah adalah menyebarluaskan tindakan-tindakan keji di kalangan orang-orang beriman atau menuduhkan hal-hal keji kepada mereka padahal mereka tidak pernah melakukan.

Sebagian ulama menambahkan keterangan, “Berusahalah menutupi (kemaksiatan-kemasiatan) orang-orang yang melakukannya, Karena tersebarnya kemaksiatan di kalangan umat Islam merupakan aib (yang berdampak negatif). Sikap yang terbaik adalah menutupi (tidak membeberkan) aib orang lain.”

Pelaku kemaksiatan yang disebut dalam pernyataan di atas adalah orang-orang yang terkenal di masyarakat sebagai orang baik namun tergelincir melakukan tindakan tidak terpuji. Aib orang seperti ini hendaknya tidak dibeberkan di khalayak ramai.

Hal ini bukan berarti kita tidak perlu mengingatkan dan menasihatinya. Amar makruf nahi munkar tetap harus dilakukan namun dengan cara yang tepat, bukan dengan cara membeberkannya pada khalayak ramai. Mengingatkan dan meluruskan perilaku seorang Muslim tetap merupakan kewajiban saudaranya yang lain.

2. Orang yang biasa melakukan kemaksiatan bahkan dengan terang-terangan melakukannya di tengah-tengah masyarakat. Orang seperti ini biasanya sudah tidak peduli lagi dengan apa yang ia lakukan dan tidak mau mendengar perkataan orang lain. Orang seperti ini jelas merupakan orang fasik yang bangga dengan dosa-dosa.

BACA JUGA:  Talbis Iblis atas Ahli Ibadah yang Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar

Membicarakan kemaksiatan orang seperti ini bukan termasuk kategori ghibah, bisa jadi hukumnya sunnah bahkan wajib supaya orang-orang mengambil sikap waspada dan hati-hati menghadapi orang itu. Bila tingkah laku orang seperti ini sudah melewati batas dan tidak takut dengan masyarakat, maka dia harus dilaporkan ke pemerintah supaya direhabilitasi atau dihukum.

Bila kemaksiatan orang-orang seperti ini didiamkan dan dilindungi, maka mereka akan merasa aman dan akan meningkatkan frekuensi kemaksiatannya itu, bahkan bisa jadi mereka leluasa membuat kerusakan di tengah-tengah masyara kat. Orang seperti ini seharusnya dicari dan diinvestigasi supaya sumber-sumber kekacauan dalam masyarakat bisa dihilangkan.

Pada suatu kesempatan, ada dua orang laki-laki datang menghadap Rasul, mengadukan bahwa anak laki-laki dari salah satu mereka telah berzina dengan istri yang satunya. Rasulullah bersabda, “Wahai Unais datangi istri laki-laki ini, bila dia mengaku maka rajamlah dia” (HR al-Bukhari dan Muslim) []

Sumber: Akhlak Rasul, Menurut Al-Bukhari dan Muslim / Penulis: Abdul Mun’im al-Hisyami / Penerbit: Gema Insani Press / Cetakan Kedelapan, Dzulhijjah 1441 H / Agustus 2019 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119