Kemaksiatan akan menanam benih kemaksiatan yang lain semisalnya. Sebagiannya melahirkan sebagian yang lain. Sampai-sampai, pelakunya merasa sulit untuk meninggalkan dan keluar dari maksiat tersebut.
Sebagian salah mengatakan: “Hukuman dari keburukan adalah munculnya keburukan setelahnya sedangkan ganjaran dari kebaikan adalah munculnya kebaikan sesudahnya.”
BACA JUGA: Jauhilah Maksiat, Saudaraku
“Jika seorang hamba Melakukan kebaikan maka kebaikan lain akan berkata kepadanya: ‘Amalkan aku juga.’
Apabila dia melakukannya maka kebaikan yang lain lagi akan mengatakan hal serupa, demikianlah seterusnya. Alhasil bertambahlah kebaikannya.
Demikian pula dengan maksiat. Hal ini terus berlangsung hingga ketaatan atau kemaksiatan menjadi suatu sifat dan kebiasaan yang melekat dan tetap pada diri seseorang.
BACA JUGA: Sabar terhadap Maksiat
Jika orang yang senantiasa berbuat kebaikan meninggalkan sebagian ketaatan niscaya jiwanya menjadi sesat dan bumi yang luas terasa sempit.
Ia ibarat ikan yang terpisah dari air. Jiwanya akan kembali tentram Jika dia mengerjakan lagi apa yang telah ditinggalkan. []
Sumber: Ad daa Wad Dawaa, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

