Home Yaumul HisabNasib Muslim yang Tidak Pernah Shalat setelah Meninggal

Nasib Muslim yang Tidak Pernah Shalat setelah Meninggal

Keluarga, kerabat, dan kaum Muslimin dianjurkan untuk memperbanyak doa memohonkan ampunan baginya.

by Abu Umar
0 comments 177 views

Shalat adalah kewajiban paling mendasar dalam Islam. Ia menjadi pembeda antara keimanan dan kekufuran. Namun kenyataannya, tidak sedikit kaum Muslimin yang sepanjang hidupnya meninggalkan shalat. Pertanyaan yang sering muncul kemudian adalah: bagaimana nasib seorang Muslim yang tidak pernah shalat ketika ia meninggal dunia? Apakah masih ada harapan ampunan baginya?

Para ulama menjelaskan bahwa hukum orang yang meninggalkan shalat tidaklah tunggal. Jika seseorang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya, maka ia telah jatuh pada kekufuran. Dalam kondisi ini, seluruh amalnya tidak bernilai di sisi Allah ﷻ, dan segala upaya untuk memohonkan ampunan baginya setelah wafat tidak akan bermanfaat.

BACA JUGA:  Tidak Shalat Selama Bertahun-tahun, Apakah Harus Mengganti?

Allah ﷻ berfirman, “Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak melaksanakan shalat melainkan dengan malas…” (QS. At-Taubah: 54). Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya posisi shalat dalam agama.

Namun, ada pula Muslim yang meninggalkan shalat bukan karena mengingkari kewajibannya, melainkan karena malas, lalai, atau kalah oleh hawa nafsu. Golongan ini tetap mengakui kewajiban shalat dan meyakininya dalam hati. Menurut pendapat mayoritas ulama, mereka masih tergolong Muslim, meskipun dosanya sangat besar dan berbahaya bagi keselamatan akhiratnya.

Bagi Muslim yang wafat dalam kondisi seperti ini, masih terbuka peluang rahmat Allah ﷻ. Keluarga, kerabat, dan kaum Muslimin dianjurkan untuk memperbanyak doa memohonkan ampunan baginya. Doa tersebut insyaallah bermanfaat, terutama jika dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab, seperti di sepertiga malam terakhir, di antara adzan dan iqamah, saat berpuasa, atau pada hari Jumat setelah Ashar.

BACA JUGA:  Shalat yang Tidak Disukai Orang Munafik

Selain doa, amalan lain yang dapat dilakukan adalah bersedekah atas namanya, serta melaksanakan haji atau umrah untuknya. Ini merupakan bentuk bakti dan ikhtiar agar pahala sampai kepada orang yang telah wafat.

Terlebih jika yang meninggal adalah orang tua, maka anak-anak memiliki tanggung jawab moral untuk memperbanyak istighfar, sedekah, dan amal jariyah atas nama mereka. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119