Salah satu kesalahan yang dapat menghalangi terkabulnya doa ialah ketergesa-gesaan seorang hamba. Ia menganggap doanya lambat dikabulkan, lantas ia pun merasa jenuh dan letih, sehingga akhirnya meninggalkan doa.
Ini ibarat orang yang menabur benih atau menanam tanaman, kemudian ia menjaga dan menyiraminya. Namun, karena merasa terlalu lama menunggu hasilnya, orang itu pun membiarkan dan mengabaikan tanaman tersebut.
BACA JUGA: Doa adalah Obat
Dalam Shahibul Bukhari terdapat riwayat dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:
(( يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي.))
“Doa setiap kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata: ‘Saya sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.” (Shabibul Bukhari (no. 5981).
Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi pernah bersabda:
(( لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمِ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلُ .)) قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! وَمَا الْاِسْتِعْجَالُ؟ قَالَ : (( يَقُوْلُ : قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ.))
“Doa hamba akan terkabul selama tidak berdoa untuk kemaksiatan, atau untuk memutus silaturrahim, dan selama ia tidak tergesa-gesa.” Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, seperti apakah bentuk ketergesa-gesaan tersebut?” Nabi menjawab: “Hamba tadi berkata: ‘Aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, namun Allah belum juga mengabulkan doaku.’ Ia merasa jenuh dan letih, lalu akhirnya meninggalkan doa.” (Shabib Muslim (no. 2735).
BACA JUGA: Terus-menerus dalam Doa
Di dalam Musnad Ahmad, dari Anas, ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:
(( لَا يَزَالُ الْعَبْدُ بِخَيْرِ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ .)) قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ! كَيْفَ يَسْتَعْجِلُ؟
قَالَ: (( يَقُولُ : قَدْ دَعَوْتُ رَبِّي فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي.))
“Seorang hamba selalu dalam kebaikan selama tidak tergesa-gesa.” Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk ketergesa-gesaannya?” Maka Nabi menjawab: “Hamba itu berkata: ‘Aku telah berdoa kepada Rabbku, tetapi Dia belum mengabulkan permohonanku.” []
Sumber: Ad daa Wad Dawaa, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

