Dijulukinya ia Humayrah, nisbah untuk kulitnya yang seperti bunga; putih kemerah-merahan. Julukan yang melambangkan kecantikannya dan betapa Nabi terpesona olehnya. Aisyah sangat menyukai julukan ini. “Ambil sebagian agama kalian dari Humayarah ini,” sabda beliau suatu ketika.
Karena itu, tak segan-segan Aisyah menolak Nabi dalam suatu urusan dunia yang tidak sejalan dengan kemauannya. Bahkan, sampai urusan agama, yang tidak ada ketetapan nasnya dari Allah.
BACA JUGA: 10 Kemuliaan Aisyah
Aisyah pun berani mendebat beliau. Atau, kadang Nabi sendiri yang minta pertimbangannya. Kadang, ia merasa sangat terpukul atau marah dengan kejadian yang menurut Nabi baik, tetapi menurutnya tidak.
Sampai suatu ketika terlontar dari mulutnya kata-kata, “Menurutku Tuhanmu hanya menyeriusi keinginanmu.”
Kata-kata pedas dan tajam, tetapi Nabi merasa tak perlu memberi tanggapan. Dibiarkannya Aisyah berkata begitu, tetapi beliau catat untuk diingatkan kelak pada situasi yang tepat.
Sesuatu yang bukan membuat Nabi senang, malah membuat beliau marah. Ini biasanya terjadi saat Aisyah tak mampu mengendalikan diri, lupa kalau ia berada di rumah sang Nabi. Atau ketika hatinya termakan naluri kewanitaannya, cemburu ia kepada madunya yang saling bersaing merebut hati Nabi.
BACA JUGA: Aisyah dan Umar bin Khattab Memeriksa Harta Peninggalan Abu Bakar
Aisyah merasa selalu memenangkan persaingan. Sebab, semua istri Nabi yang lain adalah janda. Hanya ia yang pe-rawan saat dikawini Nabi. Dan ini membuat Aisyah merasa di atas angin. Merasa hanya dirinya istri beliau yang asli dan nomor satu, sedangkan yang lain nomor dua dan palsu.
Sebab, mereka dikawini Nabi hanya karena tujuan atau faktor politik, agama, senioritas, simpati, dan perintah syarak. Secara konfrontatif, ini ditegaskan langsung di hadapan Nabi. Aisyah berkata sambil membuang muka, “Aku, wahai Rasulullah, tidak seperti seorang pun dari istri-istrimu yang lain. Tanpa kecuali, mereka telah pernah dipeluk laki-laki, kecuali aku.” []
BERSAMBUNG
Sumber: Bilik-bilik Cinta Muhammad/ NizarAbazhah/ Zaman/ Jakarta, 2015
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

