Para ulama berkata: “Taubat itu wajib, dari setiap dosa. Apabila maksiat itu antara hamba dan Allah Ta’ala, tidak berhubungan dengan hak manusia maka taubatnya memiliki syarat:
1. Meninggalkan maksiat
2. Menyesal atas perbuatan maksiat yang telah dilakukan
3. Bertekad untuk tidak kembali kepada maksiat itu semuanya
BACA JUGA: Perbedaan Istighfar dan Taubat (1)
Apabila salah satu dari tiga syarat ini tidak terpenuhi maka taubatnya tidak sah.
Dan maksiat itu berhubungan dengan manusia maka syarat taubatnya ada empat, yaitu tiga syarat di atas, ditambah dengan satu syarat: membebaskan diri dari hak orang lain.
Apabila hak itu berupa harta atau sejenisnya maka wajib mengembalikan kepadanya.
Apabila berupa tuduhan zina atau sejenisnya maka ia harus memberikan kesempatan kepadanya untuk menghukumnya atau meminta maaf kepadanya.
Jika berupa gunjingan maka ia harus meminta kehalalannya darinya. Dan wajib melakukan taubat ari semua dosa.
BACA JUGA: Orang yang Hidup tanpa Taubat, maka Tiada Ampunan baginya
Jika taubat dari sebagian dosa maka taubatnya sah menurut ahli haq dari dosa itu saja. Dan tinggal kewajiban taubatnya dari sebagian dosa yang lainnya.
Dalilnya sangat banyak dari Alquran, sunnah dan ijma umat ini telah menunjukkan hukum wajibnya taubat. []
Sumber: Tarjamah Riyadus Shalihin, Jilid 1, Karya: Imam Nawawi, Penerbit: Duta ilmu, Cetakan Ketiga
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

