Di antara fitnah Dajal, ia membunuh seorang mukmin kemudian mengklaim dapat menghidupkannya kembali. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah ﷺ menceritakan hadis yang panjang mengenai Dajal. Antara lain, beliau bersabda:
“Dajal datang—padahal ia dilarang memasuki Madinah—lalu singgah di tanah kosong dekat Madinah.
Suatu hari datang kepadanya seorang lelaki yang merupakan manusia terbaik atau salah satu manusia terpilih dan berkata, ‘Aku bersaksi bahwa sesungguhnya kau adalah Dajal yang diberitakan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadisnya.’ Dajal berkata, ‘Bagaimana pendapat kalian bila aku membunuh orang ini kemudian menghidupkannya kembali. Apakah kalian ragu?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Dajal membunuhnya kemudian menghidupkannya. Setelah hidup lagi, laki-laki itu berkata, ‘Demi Allah, tidaklah lebih jelas mata batinku terhadapmu ketimbang hari ini!’ Dajal ingin membunuhnya tetapi ia tidak berhasil.” (HR. Bukhari)
BACA JUGA: Mengapa Banyak Wanita Menjadi Pengikut Dajjal?
Diriwayatkan sebuah hadis oleh Muslim dari Abu Sa’id dengan redaksi sebagai berikut:
Muncul Dajal, lalu seorang mukmin menuju ke arahnya. Ia segera dihadang oleh pasukan pengawal Dajal. Mereka menghardik, “Mau ke mana kau?” Ia menjawab, “Menemui orang yang baru muncul ini.” Seseorang menanyainya, “Apa kau beriman kepada Tuhan kami?” Si mukmin menjawab, “Tuhanku tidak samar.” Mereka berseru, “Bunuh dia!” Tetapi sebagian mereka berkata, “Bukankah ia (Dajal) telah melarang kalian membunuh seseorang tanpa izinnya?” Lalu mereka pergi menghadap Dajal.
Ketika si mukmin melihat Dajal, ia berseru, “Wahai sekalian manusia, inilah Almasih Dajal yang disebut-sebut Rasulullah ﷺ.” Dajal segera memerintahkan, “Tangkap dan siksa dia!” Punggung dan perutnya dipukul bertubi-tubi. Dajal menghardik, “Apa kau beriman padaku?” Si mukmin menjawab, “Kamulah al-Masih Dajal.” Lalu persendiannya digergaji sampai kedua kakinya terputus.
Kemudian Dajal berjalan di antara dua potongan kaki itu dan berkata, “Berdiri kamu!” Si mukmin coba berdiri. Kemudian Dajal menanyainya lagi, “Apa kau beriman padaku?” Jawab si mukmin, “Justru keyakinanku bahwa kau Dajal makin bertambah.” Lanjutnya, “Hai sekalian manusia, ia tak akan melakukan hal ini lagi kepada manusia.”
BACA JUGA: Dajjal dalam Cerita Tamim ad-Dari
Dajal segera menyiksa dan memenggal si mukmin. Dajal menancapkan tembaga pada sekujur tubuh si mukmin antara lutut dan leher, sehingga ia tidak bisa bergerak. Kedua tangan dan kakinya diikat, dan dilemparlah ia ke neraka Dajal.
Orang-orang menyangka ia dilempar ke neraka, tetapi sebenarnya ia dimasukkan ke surga.
“Orang ini,” kata Rasulullah ﷺ, “adalah yang paling agung kematian syahidnya di sisi Tuhan semesta alam.” []
Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

