Home MuhasabahDi Antara 2 Ketakutan Seorang Muslim

Di Antara 2 Ketakutan Seorang Muslim

Bersedihlah, bukan karena putus asa, Tapi karena harapmu menggantung pada keampunan-Nya yang penuh.

by Abu Umar
0 comments 220 views

Wahai jiwa, tidakkah kau dengar bisikan dari langit?
Kala pagi menyingsing, hati mukmin tetap menangis teramat pahit.
Kala senja menyapa, tangisnya tak jua surut dan lenyap,
Karena ia tahu: hidup ini hanyalah lintasan sekejap.

Ia bangun pagi dengan dada penuh getar,
Bukan sebab dunia, bukan pula lapar,
Tapi dosa-dosa silam yang ia tak tahu,
Apa kelak Rabb-nya akan perbuat padanya: ampuni atau hempaskan jauh?

Ia menatap senja dengan mata basah,
Hati remuk oleh rasa takut yang tak sudah,
Sebab ajal yang tersisa bagai bayang tak pasti,
Ia tak tahu di ujung sana: selamatkah, atau binasa tak berarti?

BACA JUGA:  Mengapa Hati Gundah? Dua Akar Utamanya Menurut Ibnul Qoyyim

Wahai insan, engkau di antara dua gelisah,
Antara dosa yang menggantung di singgasana takdir Allah,
Dan ajal yang menunggu dengan rahasia rahmat-Nya,
Tiada yang tahu, kecuali Dia Yang Maha Kuasa.

Maka bersedihlah, bukan karena lemah,
Tapi karena kau sadar bahwa hidup ini singkat nan rapuh,
Bersedihlah, bukan karena putus asa,
Tapi karena harapmu menggantung pada keampunan-Nya yang penuh.

Betapa indah kesedihan seorang mukmin yang terjaga,
Ia bukan ratap hampa, tapi cermin iman yang nyata,
Ia menangis bukan sebab takut mati semata,
Tapi takut bertemu Rabb-nya dengan dosa yang tak termaafkan di dada.

Bukankah Hasan al-Bashri telah berkata,
“Seorang mukmin selalu pagi dan petang dalam derita,
Tak ada jalan lain, sebab ia terhimpit dua perkara:
Dosa yang telah lalu, dan ajal yang masih rahasia.”

Di balik sedih ini, tumbuh harap setinggi langit,
Di balik takut ini, ada cinta yang tak pernah habis,
Ia takut karena cinta, ia sedih karena rindu,
Pada Rabb yang ia puja, dan surga yang ia tuju.

Maka jangan pernah malu menangis di hadapan-Nya,
Jangan pernah gengsi mengakui lemahnya jiwa,
Karena tangis mukmin adalah cahaya,
Yang menuntunnya pulang, meski gelap menyesatkan arah.

Wahai diri, jadikan sedihmu jalan pulang,
Jadikan takutmu sebagai tambatan iman,
Karena siapa tahu, di antara dua ketakutan itulah,
Allah ridhai langkahmu, dan ampuni segala salah.

BACA JUGA: Akibat Memfitnah Sesama Muslim

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

إن المؤمن يصبح حزينا ويمسي حزينا، ولايسعه غير ذلك، لأنه بين مخافتين,

“Sesungguhnya Seorang Mukmin semestinya pada pagi hari dalam keadaan bersedih, dan pada sore hari dalam keadaan bersedih, dan tidak ada pilihan selain itu. Karena ia di antara dua perkara yang menakutkan,

بين ذنب قد مضى لايـدري مـا الله يصنع فيه,

antara dosa yang telah berlalu, ia tidak tahu apa yang Allah akan perbuat dengannya,

وبين أجل قد بقي لايدري مايصيبه فيه من المهالك.

dan antara ajalnya yang tersisa yang ia tidak tahu apa yang akan menimpanya berupa kebinasaan.” [al-Hilyah, juz 2, hlm. 132] []

banner

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119