Kelahiran Rasulullah ﷺ membawa kebahagiaan bagi keluarga beliau. Namun, seperti tradisi masyarakat Arab pada masa itu, bayi dari keluarga terhormat biasanya disusui oleh wanita dari kabilah lain. Tradisi ini bertujuan agar bayi tumbuh dengan tubuh yang kuat dan mampu menguasai bahasa Arab dengan baik.
Salah satu wanita yang mendapat kehormatan mengasuh dan menyusui Rasulullah ﷺ adalah Halimah binti Abi Dzuaib dari kabilah Bani Sa’ad. Kisahnya menyimpan banyak pelajaran tentang kasih sayang, pengorbanan, dan keberkahan. Kedekatan Halimah dengan Muhammad kecil bahkan membuatnya berat berpisah ketika masa penyusuan hampir berakhir.
BACA JUGA: Bayi Muhammad, Berkah bagi Keluarga Halimah
Tradisi Menyusukan Bayi di Kalangan Bangsa Arab
‘Abdul Muthallib dan Aminah begitu bahagia dengan kehadiran Muhammad. Keduanya tidak pernah berhenti menimang Muhammad kecil. Senyum kebahagiaan tersungging di kedua bibir mereka.
Namun, kegembiraan itu harus segera diakhiri untuk sementara. Bayi yang mungil dan lucu itu harus segera dicarikan wanita yang dapat menyusuinya.
Ini merupakan tradisi bangsa Arab. Seorang bayi yang dilahirkan dari kalangan mereka biasanya disusui oleh wanita lain. Hal itu dilakukan dengan tujuan meningkatkan daya tahan tubuh bayi, menguatkan otot, dan memelihara kefasihan berbicara seperti ibu mereka, karena keluarga yang menyusui bertugas melatih bahasa Arab bayi yang disusuinya.
Halimah binti Abi Dzuaib, Wanita yang Menyusui Rasulullah ﷺ
Wanita yang beruntung itu adalah Halimah binti Abi Dzuaib dari kabilah Bani Sa’ad bin Bakar. Suaminya bernama al-Harits bin ‘Abdul ‘Uzza, yang biasa dipanggil Abu Kabsyah, dari kabilah yang sama.
Ayahnya bernama ‘Abdullah bin al-Harits bin Syijnah bin Jabir bin Rizām bin Nashirah bin Fushiyah bin Sa’ad bin Bakar bin Hawazin.
Dikisahkan, Zaid bin Aslam meriwayatkan dari ‘Atha’ bin Yasar yang berkata bahwa Halimah pernah mendatangi Nabi ﷺ. Beliau menyambutnya dengan menggelar selendangnya untuk sang ibu. Halimah lalu duduk di atas selendang tersebut.
Dalam kisah lain, Abu Dawud, Abu Ya’la, dan lainnya meriwayatkan melalui jalur ‘Imarah bin Tsauban dari Abu Thufail, bahwa Nabi ﷺ pernah berada di Ji’ranah untuk membagikan daging. Tiba-tiba, seorang wanita datang membawa wadah dan mendekati Nabi ﷺ.
Saat itu juga, Rasulullah ﷺ menggelar selendangnya untuk wanita tersebut.
“Siapa wanita itu?” tanya Abu Thufail.
“Dia adalah ibu yang pernah menyusui Rasulullah,” jawab orang-orang.
Keberkahan yang Dirasakan Halimah dan Keluarganya
Halimah dan keluarganya bukan orang yang berkecukupan. Dia datang ke Makkah pada musim paceklik, mengendarai keledai putih yang sangat lambat karena lemah dan kurus.
Dia juga membawa seekor unta yang tidak lagi dapat memberikan susu. Dia turut membawa anaknya yang masih bayi, yang sering menangis sepanjang malam karena kelaparan.
Akan tetapi, dia tidak pernah menduga bahwa keputusannya mengambil Muhammad kecil untuk disusui akan membawa keberkahan.
Halimah Meminta agar Muhammad Kecil Tetap Tinggal Bersamanya
Setiap enam bulan sekali, Halimah datang ke Makkah menemui ibunda Muhammad hingga masa susuan usai.
Berakhirnya masa susuan membuat Halimah sedih. Tidak lama lagi, dia akan berpisah dari Muhammad kecil. Halimah tidak ingin berada jauh dari Muhammad. Dia sangat menyayangi Muhammad kecil seperti menyayangi anaknya sendiri.
Batin Halimah bergolak. Dia bingung menghadapi perpisahan itu. Muhammad kecil terus ditatap oleh ibu yang enggan berpisah dengan buah hati tercintanya. Tidak terasa, bola matanya membasah.
Dia memberanikan diri mendatangi Aminah untuk meminta agar Muhammad kecil tetap tinggal bersamanya.
“Kami sangat berharap agar dia bisa tinggal bersama kami, karena kami mendapatkan banyak keberkahan,” kata Halimah kepada Aminah.
Dalam kisah tersebut, Halimah juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyakit yang sedang mewabah di Makkah dan berharap Muhammad kecil diizinkan tinggal bersamanya hingga lebih kuat.
Dengan berat hati, Aminah mengizinkan Halimah untuk mengurus Muhammad lebih lama lagi.
BACA JUGA: Halimah Sa’adiah, Ibu Persusuan Rasulullah
Saudara-Saudara Sesusuan Rasulullah ﷺ
Selain Muhammad kecil, Halimah juga menyusui beberapa bayi lainnya, sehingga bayi-bayi itu menjadi saudara sesusuan Muhammad.
Mereka di antaranya adalah ‘Abdullah bin Harits, Anisah binti Harits, dan Hudzaifah atau Judzamah binti Harits. Dia dikenal dengan gelar asy-Syaima, yang kemudian lebih populer daripada nama aslinya. Dialah yang juga merawat Rasulullah ﷺ.
Selain itu, terdapat Abu Sufyan bin al-Harits bin ‘Abdul Muthallib, saudara sepupu Rasulullah ﷺ.
Paman Nabi ﷺ, Hamzah bin ‘Abdul Muthallib, juga disusui di tengah kabilah Bani Sa’ad bin Bakar. Dengan demikian, Hamzah merupakan saudara sesusuan Rasulullah ﷺ dari dua jalur, yaitu Tsuwaibah dan Halimah as-Sa’diyah.[]
Sumber: The Great Story of Muhammad SAW: Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

