Home Yaumul HisabKenapa Hewan Saling Diqisas Satu Sama Lain Padahal Bukan Mukallaf?

Kenapa Hewan Saling Diqisas Satu Sama Lain Padahal Bukan Mukallaf?

Sysikh Al-Albani menjelaskan, jika ada yang bertanya, kambing bukan mukallaf, tapi kenapa diqisas?

by Abu Umar
0 comments 111 views

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, qisas juga berlaku untuk hewan, seperti yang diriwayatkan dari nabi, kambing bertanduk diqisas untuk kambing yang tidak bertanduk. Ini namanya qisas, hanya saja berbeda dengan hisab taklif, karena hewan tidak memiliki pahala ataupun siksa.

Imam An-Nawawi menjelaskan, hadits ini secara jelas menyebutkan, hewan dikumpulkan pada hari kiamat, dihidupkan kembali pada hari kiamat seperti halnya manusia, seperti itu juga anak-anak, orang-orang gila dan mereka yang tidak kesampaian dakwah. Banyak sekali dalil Al-Qur’an dan sunnah menyebut demikian.

BACA JUGA: Hewan-hewan yang Haram untuk Dimakan

Allah berfirman:

وَإِذَا الْوُحُوضُ حُشِرَتْ )

“Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” (QS. At-Takwir: 5)

Jika ada suatu lafadz yang tidak bisa diberlakukan secara tekstual oleh akal ataupun syariat, lafadz tersebut harus diartikan secara zhahir.

Ulama menjelaskan, kebangkitan dan pengumpulan pada hari kiamat tidak disyaratkan untuk pembalasan, pemberian pahala atau siksa. Sementara qisas yang diberlakukan terhadap kambing yang bertanduk karena tindakannya terhadap kambing yang tidak bertanduk, qisas ini bukanlah qisas taklif sebab kambing bukan mukallaf, tapi sebagai pembalasan setimpal. Jalha artinya kambing yang tidak bertanduk. Wallahu a’lam.

Sysikh Al-Albani menjelaskan, jika ada yang bertanya, kambing bukan mukallaf, tapi kenapa diqisas?

BACA JUGA:  Adakah Makhluk Allah yang Tahu Tanda-tanda Kiamat Besar?

Jawaban: Allah berbuat seperti yang la kehendaki, la tidak ditanya atas apa yang la perbuat. Tujuan qisas tersebut adalah untuk memberitahukan kepada seluruh manusia bahwa hak-hak tidak akan lenyap, hak orang yang teraniaya akan diambilkan dari orang yang menganiaya. []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Prahara Padang Mahsyar – Ulasan Mendalam tentang Peristiwa Pengumpulan Manusia di Padang Mahsyar, Huru-Hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Shirath, Syafaat, & Fatwa-Fatwa tentang Akhirat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi /Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119