Di zaman Rasulullah, hiduplah seorang lelaki yang sangat miskin. Ia tidak berharta, tidak berpangkat, buruk rupa serta tidak jelas nasabnya.
Ia tidak punya rumah untuk tempat tinggal, tidur di madjid bertikar pasir dan berbantal tangan. Kemana mana selalu telanjang kaki karena memang tidak punya sepasang sandal. Tidak banyak orang yang mengenalinya apalagi memperhatikanya, bahkan orang memandanya hina.
Namun tidak demikian dengan Rasulullah, sang Nabi yang penyayang ini sangat mengenalinya bahkan sangat besar perhatianya.
Walaupun miskin dan buruk rupa, serta tidak jelas ibu bapaknya, namun lelaki itu sangat taat kepada sang pencipta. Serta besar pula cintanya kepada Nabinya.
Laki laki tersebut Julaibib namanya.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Barsah, seusai dalam suatu peperangan Rasulullah bertanya kepada para sahabat,
“Apakah kalian kehilangan seseorang?
Para sahabat menjawab, “Ya, ya Rasulullah kami kehilangan si fulan, fulan, fulan.
“Rasulullah kembali bertanya, “Apakah kalian kehilangan seseorang?
Para sahabat kembali menjawab, “Ya, kami kehilangan fulan, fulan, fulan.”
Rasulullah bertanya lagi dengan pertanyaan yang serupa, “Apa kalian kehilangan?
Para sahabat menjawab, “Ya. Kami kehilangan si fulan, fulan, fulan.”
Kemudian Rasulullah berkata, “Tapi Aku kehilangan Julaibib. Cari dia?”
Para sahabatpun segeranya mencarinya. Setelah dicari kesana kemari, akhirnya ditemukan jasad julaibib tergeletak dengan penuh darah dan luka. Tidak jauh darinya tergeletak pula tujuh mayat orang-orang kafir. Rupanya Julaibib telah berasil membunuh tujuh musuh Allah, sebelum kemudian dia juga terbunuh.
Rasulullah kemudian mengangkat tubuh Julaibib yang penuh luka dan darah itu dengan kedua tangan beliau. Beliau bersabda, “Julaibib telah membunuh tujuh orang. Sebelum akhirnya mereka membunuhnya. Orang ini termasuk golonganku dan aku termasuk bagian darinya.”
Begitu mulia Julaibib. Miskin, tidak berharta, tidak berpangkat, buruk rupa, hina dalam pandangan manusia, namun mulia di sisi Allah dan Nabi.
“Orang ini termasuk golonganku, dan aku termasuk bagian darinya,” demikian sabda Nabi. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

